Redaksi Sumbar

Keluarga besar UPT SMPN 2 Batusangkar membawa simbol dan pesan kebangsaan dalam parade yang mengangkat tema Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur, Tanah Datar Madani.

“Indonesia Berdaulat, Tanah Datar Madani”: UPT SMPN 2 Batusangkar Tumpahkan Ideologi Pendidikan di Jalan Raya

18 Agt 2026 - 158 View

Keluarga besar UPT SMPN 2 Batusangkar membawa simbol dan pesan kebangsaan dalam parade yang mengangkat tema Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur, Tanah Datar Madani.

Tanah Datar, RedaksiDaerah.com — Pawai Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tidak sekadar menjadi parade barisan dan kemeriahan jalanan. Bagi keluarga besar UPT SMPN 2 Batusangkar, momentum tersebut menjadi panggung untuk menerjemahkan makna kemerdekaan ke dalam semangat persatuan, gotong royong, kemandirian, serta kecintaan terhadap tanah air.

 

Mengusung tema besar “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur, Tanah Datar Madani”, UPT SMPN 2 Batusangkar di bawah kepemimpinan Defison, S.Pd., berupaya menghadirkan pesan bahwa kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni. Kemerdekaan harus diwujudkan melalui karakter masyarakat yang mandiri, berdaya saing, taat aturan, berbudaya, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.

 

Semangat tersebut dipertegas melalui tema khusus “PANJI JAWARA DENGAN UNTAI JANUR TAAT NORMA”. Tema ini menjadi simbol doa dan tekad agar “kampus jawara” tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kokoh dalam karakter, disiplin, kepatuhan terhadap norma, serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan berdasarkan filosofi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

 

Konsep pawai yang ditampilkan pun tidak berhenti pada identitas sekolah. UPT SMPN 2 Batusangkar mencoba membawa wajah Kabupaten Tanah Datar secara lebih luas dengan menampilkan berbagai unsur kehidupan masyarakat, mulai dari pemerintahan, pendidikan, nagari, organisasi kemasyarakatan, pemuda, seni dan budaya, dunia usaha, hingga beragam komunitas.

 

Saat diwawancarai wartawan, Kepala UPT SMPN 2 Batusangkar, Defison, S.Pd., menegaskan bahwa pawai kemerdekaan merupakan momentum penting untuk menanamkan nilai nasionalisme kepada peserta didik sekaligus menunjukkan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi penerus.

 

Ia menambahkan, kemerdekaan harus dimaknai sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi harus mampu melanjutkan perjuangan tersebut melalui pendidikan, kedisiplinan, prestasi, kepedulian sosial, dan karya nyata bagi masyarakat.

 

Pesan “Indonesia Berdaulat” kemudian diterjemahkan melalui iring-iringan yang menggambarkan unsur pemerintahan, mulai dari pusat hingga daerah beserta jajaran yang menjalankan roda pemerintahan. Gambaran tersebut menyiratkan pentingnya negara yang kuat, mandiri, berdaulat, serta memiliki masyarakat yang sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

 

Sementara gagasan “Adil dan Makmur” divisualisasikan melalui harapan terhadap kehidupan masyarakat yang sejahtera, kesempatan yang setara, serta pembangunan yang berkelanjutan. Kehadiran iring-iringan penegak hukum yang digambarkan bijaksana, disusul ragam profesi Nusantara, menjadi simbol bahwa keadilan dan kesejahteraan harus berdiri di atas kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

 

Tak kalah kuat, frasa “Tanah Datar Madani” diarahkan pada cita-cita pembangunan daerah yang religius, berbudaya, berpendidikan, maju, aman, dan sejahtera. Nilai tersebut sekaligus ditempatkan dalam kerangka ABS-SBK sebagai identitas sosial dan budaya masyarakat Minangkabau yang tetap relevan dalam menghadapi perubahan zaman.

 

Nilai religius dalam pawai diperkuat melalui kehadiran Hafiz dan Hafizah dari Rumah Tahfiz Thoriq Bin Ziyad UPT SMPN 2 Batusangkar. Kehadiran mereka menjadi pesan bahwa pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan sumber daya manusia yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki fondasi moral, agama, dan karakter yang kuat.

 

Konsep tersebut juga memperlihatkan keterkaitan antara program sekolah dengan program unggulan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Sekolah berupaya menempatkan pendidikan sebagai bagian integral dari pembangunan daerah, bukan berjalan sendiri sebagai institusi akademik, melainkan menjadi salah satu kekuatan dalam menyiapkan generasi yang mampu menopang cita-cita Tanah Datar ke depan.

 

Bagi keluarga besar UPT SMPN 2 Batusangkar, kemerdekaan akhirnya bukan sekadar bendera yang berkibar, pakaian yang dikenakan, atau barisan yang melintas di hadapan masyarakat. Kemerdekaan adalah ruang untuk bergerak, bersatu dan berkarya—sebuah amanah yang harus diteruskan dari generasi ke generasi.

 

Dari “Panji Jawara” hingga “Tanah Datar Madani”, pawai tersebut membawa satu pesan tegas: kemajuan bangsa tidak lahir dari seremoni semata. Ia lahir dari pendidikan yang berkarakter, masyarakat yang bersatu, generasi muda yang berprestasi, serta keberanian untuk menjadikan nilai kemerdekaan sebagai tindakan nyata. UPT SMPN 2 Batusangkar pun menegaskan tekadnya untuk terus bergerak bersama menuju Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur, sekaligus Tanah Datar yang madani dan berdaya saing.

----------

Reporter: Fernando Stroom 

Editor: RD TE Sumbar 

Sumber: Liputan 

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih