Redaksi Jateng

Ketua DPD RI., AA La Nyalla Mahmud Mattalitti

Ketua DPD RI Minta Pemda Lakukan Inovasi Atasi Kekeringan Sawah di Kulon Progo

4 Jun 2021 - 56 View

Ketua DPD RI., AA La Nyalla Mahmud Mattalitti

Surakarta, RedaksiDaerah.com - Ketua DPD RI., AA La Nyalla Mahmud Mattalitti menyoroti kekeringan yang melanda persawahan di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. La Nyalla meminta Pemerintah Daerah (Pemda) segera memberikan solusi untuk mengatasi persoalan ini, baik solusi darurat maupun untuk jangka panjang.

Kekeringan terjadi di Kelurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo. Puluhan hektare (Ha) tanaman padi gagal panen akibat hujan tak lagi turun sehingga pasokan air dari saluran Plelen tidak mengalir.

"Persoalan kekeringan sawah di musim kemarau memang sudah menjadi permasalahan klasik, termasuk di Kulon Progo. Seharusnya Pemda membuat terobosan untuk mengatasi permasalahan klasik yang selalu terjadi setiap tahunnya," tutur La Nyalla di sela-sela kunjungannya di Surakarta, Jum'at (04/06/21).

Menurutnya, faktor alam seharusnya bisa disiasati. Caranya, dengan memperbanyak irigasi dengan saluran air dari tempat lain, yang masih memungkinkan memberi pasokan air di saat musim kemarau.

Senator asal Jawa Timur itu menilai perlu ada jalan keluar darurat untuk mengatasi agar masalah kekeringan tidak berdampak semakin luas di Kulon Progo.

"Segera atasi dengan solusi yang paling baik. Dinas Pertanian bisa meminjamkan pompa agar tanaman padi yang belum terdampak bisa diselamatkan," kata La Nyalla.

Sementara untuk solusi jangka panjang, Ketua DPD RI meminta Pemkab Kulon Progo melalui instansi terkait untuk proaktif dengan melakukan inovasi-inovasi pencegahan kekeringan yang mengakibatkan gagal panen sehingga membuat petani merugi hingga puluhan juta rupiah.

"Dinas pertanian perlu melakukan inovasi-inovasi bagaimana menangani saat kekeringan, sawah tetap mampu berproduksi. Inovasi harus dilakukan bersama-sama dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), dan juga Dinas Lingkungan Hidup," sebut La Nyalla.

Pemda didorong untuk mengajak kalangan akademis bekerja sama menciptakan inovasi untuk mengatasi kekeringan sawah. La Nyalla mencontohkan seperti pernah dilakukan di Nusa Tenggara Timur, yang juga sering mengalami persoalan kekeringan sawah.

"Petani di NTT bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggunakan metode System of Rice Intensification (SRI), yang berasal dari Madagaskar. Teknik ini memungkinkan tanah tetap lembab di musim kemarau tapi tidak sampai merendam bibit padi," jelas La Nyalla.

Selain itu, La Nyalla juga mengingatkan kebiasaan masyarakat dulu yang biasa menanam padi gogo atau sawah kering di saat musim kemarau. Walau hasil produksi tidak sebesar sawah basah, namun setidaknya bisa tetap berproduksi dan menjaga suplai pangan.

"Saat musim penghujan petani perlu membuat manajemen pengolahan air agar air tertampung pada irigasi dan menjadi stok air saat musim kemarau tiba karena kita tidak bisa terus menerus mengalami permasalahan yang sama lalu dilakukan penanganan jangka pendek, tetapi melupakan penanganan jangka panjang karena akhirnya kita kembali menghadapi masalah yang sama setiap tahunnya," papar La Nyalla.

Untuk itu, Ketua DPD RI juga meminta petani mau terbuka menerima inovasi yang ditawarkan. Sebab jika petani sudah antipati sebelum mencoba inovasi yang ditawarkan, maka tidak ada perkembangan pada industri pertanian dalam negeri.

 

Sumber  :  Relis

Editor      :  Rj Samosir

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih