15 Agt 2026 - 112 View
MAUMERE, REDAKSIDAERAH.comm — Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Guncangan kuat menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan, termasuk ruang tunggu Pelabuhan Lorens Say Maumere, Kabupaten Sikka, yang dilaporkan roboh.
Gempa yang terjadi pada pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA tersebut juga sempat memicu Peringatan Dini Tsunami karena mekanisme sumber gempa berupa sesar naik (thrust fault). BMKG kemudian mengakhiri peringatan tersebut pada pukul 07.30 WIB setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi laut tidak lagi menunjukkan ancaman tsunami yang membahayakan.
Ruang Tunggu Pelabuhan Lorens Say Roboh
Salah satu lokasi yang mengalami dampak serius adalah Pelabuhan Lorens Say di Maumere.
Ruang tunggu pelabuhan roboh ketika ratusan calon penumpang berada di kawasan tersebut. Saat kejadian, terdapat jadwal kapal Pelni yang akan bersandar.
Laporan awal dari Kepala SAR Maumere menyebut dua orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan pelabuhan. Satu korban meninggal setelah sempat dievakuasi ke rumah sakit, sedangkan satu korban lainnya ditemukan meninggal di bawah reruntuhan.
Namun, perkembangan laporan dari sejumlah sumber internasional menyebut jumlah korban meninggal akibat gempa telah mencapai sedikitnya lima orang, dengan dua korban di Kabupaten Sikka dan tiga lainnya di Kabupaten Manggarai.
Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses evakuasi, pencarian, serta verifikasi pemerintah dan tim SAR di lapangan.
Tsunami Sempat Terdeteksi di Sejumlah Wilayah
Gempa M7,7 tersebut memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah pesisir NTT.
Data pengamatan muka laut menunjukkan adanya tsunami di beberapa lokasi. Salah satu catatan tertinggi mencapai 94 sentimeter di Maurole, Kabupaten Ende.
Meski demikian, BMKG kemudian menyatakan Peringatan Dini Tsunami berakhir pada pukul 07.30 WIB.
Masyarakat tetap diminta tidak panik, tetapi harus waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan.
Guncangan Dirasakan Luas
Guncangan gempa dirasakan kuat di berbagai wilayah Flores. Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, sementara listrik dan komunikasi di beberapa lokasi sempat terganggu.
Di sejumlah fasilitas kesehatan, pasien bahkan dievakuasi ke area terbuka sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan kerusakan bangunan akibat gempa susulan.
Laporan lain menyebut sejumlah warga bergerak menuju lokasi yang lebih tinggi setelah peringatan tsunami dikeluarkan.
BMKG: Tetap Tenang dan Waspada
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi pemerintah.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak juga diminta tidak memasuki bangunan yang retak atau mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Gempa susulan masih berpotensi terjadi. Karena itu, warga perlu memastikan jalur evakuasi tetap terbukay dan segera menjauh dari kawasan pantai apabila kembali merasakan gempa kuat atau menerima instruksi evakuasi resmi.
Data Korban Masih Diverifikasi
Hingga pembaruan berita ini, laporan mengenai jumlah korban masih berkembang.
Laporan awal di Maumere mencatat dua korban meninggal dan lima orang luka-luka, sementara laporan internasional terbaru menyebut sedikitnya lima orang meninggal dunia akibat gempa di sejumlah wilayah Flores.
RedaksiDaerah akan terus memperbarui informasi berdasarkan keterangan resmi BMKG, Basarnas, BNPB, pemerintah daerah, dan sumber lapangan yang dapat diverifikasi.
Reporter : Airon
Editor : Bang Ellim
UPDATE TERAKHIR: Sabtu, 15 Agustus 2026
RedaksiDaerah.com
0
0
0
0
0
0