Redaksi Sumbar

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Zuldafri Darma, SH, saat menyampaikan materi Sosialisasi Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang Fasilitas Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya di Aula Kantor Camat Sungai Tarab, Jumat (24/10/2025).

Sosialisasi Perda Anti Narkoba, Zuldafri Darma Tekankan Peran Keluarga Selamatkan Generasi

24 Okt 2025 - 74 View

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Zuldafri Darma, SH, saat menyampaikan materi Sosialisasi Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang Fasilitas Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya di Aula Kantor Camat Sungai Tarab, Jumat (24/10/2025).

Tanah Datar, RedaksiDaerah.com— Ancaman narkoba tak lagi berwajah metropolitan. Kini, racunnya merayap halus ke pelosok kampung, menyelinap di antara celah keluarga yang lengah. Alarm bahaya itu kembali dibunyikan lantang oleh H. Zuldafri Darma, SH, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, saat menggelar Sosialisasi Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang Fasilitas Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya, di Aula Kantor Camat Sungai Tarab, Jumat (24/10/2025).

 

Ratusan warga dari berbagai nagari tumpah ruah memenuhi aula. Suasana hangat berubah jadi diskusi serius ketika Zuldafri mulai memaparkan bahaya laten narkoba yang kini mengintai bukan hanya di kota, tapi juga di rumah-rumah sederhana di kampung. “Musuh kita bukan cuma bandar, tapi kelalaian,” ujarnya membuka sosialisasi dengan nada tegas yang memecah keheningan.

 

Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimca, tokoh masyarakat, niniak mamak, dan bundo kanduang. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, tapi menunjukkan bahwa perang melawan narkoba sudah menjadi agenda moral bersama. Antusiasme peserta pun membara, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan pandangan tajam yang dilontarkan dalam sesi dialog.

 

Dalam sambutannya, Sekcam Sungai Tarab, Doni Ismanto, SH, menegaskan bahwa benteng pertama pencegahan narkoba bukanlah polisi atau lembaga hukum, melainkan keluarga itu sendiri.

 

“Kami di kecamatan siap bersinergi dengan DPRD Provinsi untuk memperluas pemahaman masyarakat. Anak-anak harus tumbuh dalam lingkungan yang diawasi dan dipenuhi nilai moral. Jika keluarga lalai, narkoba akan mengambil alih peran kita,” ucap Doni, disambut tepuk tangan peserta.

 

Zuldafri Darma pun menegaskan bahwa Perda Nomor 9 Tahun 2018 bukan sekadar dokumen hukum yang dibekukan di rak birokrasi. Perda ini adalah peta jalan perlawanan terhadap narkoba — panduan hidup yang menuntut partisipasi aktif masyarakat.

 

“Perang terhadap narkoba tak akan pernah dimenangkan hanya oleh aparat. Rumah tangga harus menjadi garis depan, dan orang tua menjadi komandan moral,” katanya, menatap peserta satu per satu.

 

 

Menurutnya, pencegahan jauh lebih bernilai daripada penindakan. Sekali seseorang terjerumus narkoba, yang rusak bukan cuma tubuh dan masa depannya, tapi juga martabat keluarga dan masa depan daerah. “Tidak ada satupun keluarga yang kebal dari bahaya ini. Kita harus mulai dari rumah, mulai dari diri sendiri,” tambahnya.

 

Zuldafri kemudian mengajak masyarakat menjadikan rumah sebagai benteng peradaban — tempat di mana anak-anak mendapat kasih sayang, perhatian, dan kontrol sosial.

 

“Mari jadikan ruang keluarga sebagai tameng pertama melawan narkoba. Jika rumah kuat, bangsa akan kuat,” tegasnya penuh semangat.

 

Sesi dialog interaktif menjadi penutup yang berisi dan bernas. Warga berbagi pengalaman, bahkan beberapa mengaku pernah melihat gejala penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar. Dari obrolan jujur itu, satu kesimpulan mencuat: perang narkoba bukan sekadar kampanye, melainkan panggilan nurani.

 

Sosialisasi yang berlangsung hampir tiga jam itu meninggalkan pesan kuat — bahwa penyelamatan generasi muda tak bisa ditunda. Ini bukan tanggung jawab pemerintah semata, tapi tanggung jawab moral seluruh lapisan masyarakat.

 

Dan ketika peserta perlahan meninggalkan aula, satu kalimat dari Zuldafri Darma masih terngiang di kepala banyak orang:

 

“Jangan biarkan narkoba mencuri masa depan anak-anak kita. Selamatkan generasi — mulai dari rumah.”

 

---

Reporter: Fernando 

Editor: RD TE Sumbar 

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih