Redaksi Sumbar

Ratusan Bundo Kanduang Padang Magek mengenakan Baju Milik khas nagari saat tampil dalam peringatan 100 Tahun Jam Gadang di Bukittinggi yang disaksikan tamu dari berbagai negara.

H. Alisar: Bundo Kanduang Padang Magek Berhasil Harumkan Minangkabau di Panggung Internasional

8 Jun 2026 - 130 View

Ratusan Bundo Kanduang Padang Magek mengenakan Baju Milik khas nagari saat tampil dalam peringatan 100 Tahun Jam Gadang di Bukittinggi yang disaksikan tamu dari berbagai negara.

Bukittinggi , RedaksiDaerah.com – Penampilan ratusan perempuan Bundo Kanduang Nagari Padang Magek dalam peringatan 100 Tahun Jam Gadang tidak hanya menjadi atraksi budaya, tetapi juga menjelma sebagai simbol kebangkitan identitas Minangkabau di hadapan dunia. Di balik sukses tersebut, Ketua IKPM Jabodetabek, H. Alisar, SE, tampil sebagai salah satu tokoh perantau yang memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya daerah.

 

H. Alisar menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Bundo Kanduang Padang Magek yang tampil memukau dalam perayaan akbar yang dihadiri delegasi dari 37 negara tersebut. Menurutnya, keikutsertaan masyarakat Padang Magek menjadi bukti bahwa budaya lokal mampu tampil sejajar di panggung internasional.

 

Sejak tahap persiapan, H. Alisar diketahui aktif menjalin komunikasi dengan Ketua Bundo Kanduang Padang Magek, Gusmira, guna memastikan keterlibatan nagari dalam momentum bersejarah yang menjadi perhatian dunia tersebut.

 

Baginya, kehadiran Bundo Kanduang bukan sekadar memenuhi agenda seremoni, melainkan membawa misi besar memperkenalkan warisan budaya Minangkabau kepada masyarakat global melalui seni, adat, dan busana tradisional yang sarat nilai sejarah.

 

Sorotan utama tertuju pada penampilan Baju Milik khas Padang Magek yang dikenakan ratusan peserta. Busana adat yang telah mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sejak 2023 itu sukses mencuri perhatian ribuan pengunjung dan tamu mancanegara.

 

H. Alisar menilai keberhasilan tersebut merupakan prestasi kolektif masyarakat Padang Magek yang mampu menjaga sekaligus mempromosikan identitas budaya daerah secara berkelanjutan di tengah arus modernisasi.

 

Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada Gusmira yang tidak hanya berperan sebagai Ketua Bundo Kanduang, tetapi juga dipercaya sebagai delegasi International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) serta aktif dalam berbagai organisasi perantau Minangkabau di tingkat nasional.

 

Menurut H. Alisar, kiprah para perempuan Minangkabau dalam acara tersebut membuktikan bahwa pelestarian adat tidak hanya bertahan sebagai simbol, tetapi terus hidup melalui peran nyata generasi penerus yang memiliki komitmen kuat terhadap budaya leluhur.

 

Sebagai Ketua IKPM Jabodetabek, ia menegaskan dukungan penuh organisasi perantau terhadap seluruh program yang bertujuan menjaga eksistensi adat dan budaya Tanah Datar agar tetap relevan dan dikenal luas oleh generasi mendatang.

 

Ia menekankan bahwa sinergi antara masyarakat di kampung halaman dan perantau menjadi kunci utama dalam memperkuat posisi budaya Minangkabau di tingkat nasional maupun internasional.

 

Keberhasilan peragaan budaya yang melibatkan 120 perempuan Padang Magek tersebut juga dinilai sebagai bukti kuat bahwa masyarakat mampu menyelenggarakan kegiatan besar secara mandiri melalui semangat gotong royong dan dukungan perantau, tanpa bergantung pada anggaran nagari.

 

Menutup apresiasinya, H. Alisar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan menjadikan budaya sebagai kekuatan pemersatu. Ia berharap keberhasilan di panggung 100 Tahun Jam Gadang menjadi langkah awal menuju tampilnya Baju Milik Padang Magek pada berbagai agenda budaya berskala lebih besar, termasuk Festival Pagaruyung 2026 mendatang.

Reporter: Fernando Stroom 

Editor: RD TE Sumbar 

Sumber: Rilis 

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

1

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

1

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih