Opini

Endang Kurnia Saputra SE, MBA (Adang) Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat tahun 2023 -2024. (Foto : Lia)

9 Apr 2026, 45 View

Ramainya Sarjana Menganggur, Kegagalan yang Kita Normalisasi?

Endang Kurnia Saputra SE, MBA (Adang) Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat tahun 2023 -2024. (Foto : Lia)

Ada yang keliru dalam cara kita memaknai kemajuan. Kita bangga melihat semakin banyak anak muda menyandang gelar sarjana, tetapi menutup mata ketika mereka akhirnya bekerja di luar bidang, bahkan di pekerjaan yang tidak membutuhkan pendidikan tinggi. Ini bukan sekadar ironi—ini adalah kegagalan yang perlahan kita normalisasi. Dan yang lebih mengkhawatirkan, kegagalan ini bukan terjadi di pinggiran, tetapi di jantung sistem ekonomi kita.
Kita terlalu lama hidup dalam ilusi pertumbuhan. Angka-angka makro terlihat baik, tetapi di balik itu, mesin pencipta lapangan kerja sesungguhnya sedang melemah. Sektor manufaktur tidak lagi menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja. Pertanian dibiarkan stagnan tanpa modernisasi serius.
Sementara itu, sektor jasa tumbuh cepat, namun sebagian besar hanya menciptakan pekerjaan berproduktivitas rendah. Kita membangun ekonomi yang tumbuh, tetapi tidak bekerja untuk rakyatnya.
Lebih ironis lagi, sistem pendidikan kita terus memproduksi lulusan tanpa memastikan mereka relevan dengan kebutuhan zaman. Kampus berjalan dengan logikanya sendiri, industri dengan kecepatannya sendiri, dan pemerintah sering kali hadir terlambat sebagai penonton. 
Akibatnya, kita menciptakan generasi yang “berijazah, tetapi tidak berdaya saing”. Ini bukan kesalahan mahasiswa—ini kegagalan sistem yang tidak pernah benar-benar diselaraskan.
Sementara itu, dunia tidak menunggu. Otomatisasi menggantikan pekerjaan dasar, digitalisasi mengubah peta kompetensi, dan persaingan global semakin tajam. 
Namun respons kita cenderung reaktif, bukan strategis. Kita sibuk memadamkan gejala—program bantuan, pelatihan seremonial—tanpa menyentuh akar persoalan. Padahal, yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mengubah arah, bukan sekadar memperbaiki pinggiran.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, kita tidak hanya menghadapi pengangguran terdidik, tetapi juga potensi krisis sosial yang lebih dalam: hilangnya kepercayaan generasi muda terhadap sistem. 
Usulan Solusi Strategis: Karena itu, sudah saatnya pemerintah berhenti bermain aman. Reindustrialisasi harus dijalankan secara serius, bukan slogan. Pendidikan tinggi harus dipaksa terhubung dengan realitas industri. Dan yang tak kalah penting, negara harus menciptakan ekosistem di mana sarjana tidak dipaksa mencari pekerjaan apa pun, tetapi diberi peluang untuk menciptakan nilai. Jika tidak, kita sedang membangun bom waktu—dengan sumbu yang perlahan sudah menyala.

Ditulis oleh : Endang Kurnia Saputra SE, MBA  (Adang)
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat tahun 2023 -2024
Bogor 6 April 2026

Silahkan Lihat Opini Lain

1. Ketika Data Korban Bisa Dihapus, Di Mana Negara Berdiri?

2. Buku Gercep Mahyeldi Vasco Wujud Pergerakan Politik Hidup

Editor : TE RDG Jakarta

 

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih