16 Sep 2025 - 145 View
Tanah Datar — RedaksiDaerah.com — Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Nagari Sumanik dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun anggaran 2026 dan Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah (DURKP) tahun 2027 digelar di aula kantor Nagari Sumanik, Selasa (16/9/2025). Kegiatan strategis tahunan ini menjadi ajang merumuskan prioritas pembangunan nagari sekaligus menampung aspirasi masyarakat dari berbagai jorong.
Dalam sambutannya, Walinagari Sumanik, Yopi Hendra, menegaskan banyaknya usulan pembangunan dari masyarakat menjadi tantangan serius bagi pemerintah nagari. “Ini sebuah ujian bagi kami untuk menyeimbangkan kebutuhan dengan ketersediaan anggaran. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berinovasi dalam peningkatan pendapatan asli nagari, agar pembangunan Sumanik ke depan lebih kokoh,” ujarnya.
Yopi menambahkan, penguatan sektor ekonomi lokal dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan menjadi kunci agar nagari tidak hanya bergantung pada dana transfer pemerintah. “Kita harus berani menciptakan terobosan—mulai dari pengelolaan wisata, kerajinan, hingga produk unggulan yang bisa menambah pundi-pundi nagari,” tegasnya.
Camat Salimpaung, Khairunnas, S.STP, yang turut hadir, mengingatkan pentingnya efisiensi anggaran di tengah kondisi fiskal yang ketat. Ia menyoroti perlunya peningkatan kualitas Badan Usaha Milik Nagari (BumNag) Sumanik agar mampu mengembangkan program-program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. “BumNag harus jadi motor inovasi dan ketahanan pangan, sejalan dengan program pemerintah pusat,” katanya.
Khairunnas menekankan, ketahanan pangan bukan hanya sekadar jargon, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata melalui penguatan sektor pertanian, pengelolaan lahan produktif, dan pemberdayaan kelompok tani. “Nagari yang kuat pangannya akan lebih tahan menghadapi krisis ekonomi,” tambahnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Sumanik, Riadi Sutan Polowan, kepada wartawan menilai Musrenbang tahun ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi pembangunan. “Kami berharap setiap usulan tidak hanya menjadi catatan, tetapi betul-betul dijalankan. Warga siap mendukung penuh, asalkan prosesnya transparan dan hasilnya nyata,” ucap Riadi dengan nada optimistis.
Kegiatan Musrenbang ini juga dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tanah Datar, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Salimpaung, Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari (BPRN), Kerapatan Adat Nagari (KAN), mahasiswa KKN Politeknik Negeri Padang, serta tokoh-tokoh masyarakat. Kehadiran lintas unsur ini mempertegas semangat kolaborasi dalam merumuskan arah pembangunan nagari.
Dengan rampungnya Musrenbang, pemerintah Nagari Sumanik diharapkan mampu meramu setiap usulan menjadi rencana kerja yang realistis dan berdampak luas. Tantangan efisiensi anggaran dan kebutuhan inovasi menjadi PR bersama. Jika seluruh elemen masyarakat tetap solid, Nagari Sumanik berpotensi melesat menjadi salah satu nagari dengan pembangunan paling progresif di Tanah Datar.
---
Reporter: Fernando
Editor: RD TE Sumbar
0
0
0
0
0
0