Redaksi Sumbar

Suasana Musrenbang di aula Kantor Walinagari Salimpaung saat Safril menyampaikan sambutan pembukaan, dihadiri Camat Khairunnas, anggota DPRD Yalpema Jurin, dan tokoh masyarakat.

Efisiensi Anggaran Jadi Ujian: Musrenbang Salimpaung 2025 Tantang Kreativitas Pemerintahan Nagari

15 Sep 2025 - 128 View

Suasana Musrenbang di aula Kantor Walinagari Salimpaung saat Safril menyampaikan sambutan pembukaan, dihadiri Camat Khairunnas, anggota DPRD Yalpema Jurin, dan tokoh masyarakat.

Tanah DatarRedaksiDaerah.com — Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Nagari Salimpaung tahun 2025 resmi digelar di aula kantor Walinagari Salimpaung, Senin (15/9/2025). Agenda penting ini membahas daftar usulan rencana kerja pemerintah (DURKP) Nagari Salimpaung tahun anggaran 2027 dan rencana kerja pemerintah (RKP) tahun anggaran 2026 sebagai acuan pembangunan nagari ke depan.

 

Walinagari Salimpaung, Safril, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan menegaskan bahwa efisiensi anggaran yang diterapkan sepanjang tahun 2025 membawa tantangan besar. “Masih banyak program kerja Nagari Salimpaung yang belum terlaksana. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar perencanaan berikutnya lebih fokus dan realistis,” ujarnya dengan nada tegas.

 

Safril menambahkan, meski anggaran terbatas, perencanaan pembangunan tetap harus memprioritaskan program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. “Kita tidak boleh menyerah pada kondisi fiskal. Justru di tengah keterbatasan, kita perlu kreatif dan solid,” katanya, disambut anggukan peserta musrenbang.

 

Yalpema Jurin, Anggota DPRD Kabupaten Tanah Datar dari Fraksi PPP dapil IV, menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Nagari Salimpaung. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah nagari dan legislatif kabupaten agar usulan yang masuk ke RKP benar-benar mendapat perhatian. “Kami di DPRD akan mengawal usulan strategis, terutama yang terkait peningkatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

 

Camat Salimpaung, Khairunnas S, STP, kepada wartawan menyoroti dampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang membuat banyak program nagari tertunda. “Kondisi ini menuntut kita lebih selektif. Saya minta nagari memprioritaskan penguatan Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag), terutama pada sektor ketahanan pangan dan pengelolaan bank sampah. Ini bukan hanya untuk pendapatan asli nagari, tetapi juga menambah penghasilan masyarakat,” katanya.

 

Khairunnas juga mengingatkan agar pemerintah nagari dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) sekolah se-Nagari Salimpaung tidak menyelenggarakan kegiatan jalan-jalan atau aktivitas seremonial yang menguras anggaran. “Ini juga arahan langsung dari Bupati Tanah Datar. Fokus kita adalah efisiensi, bukan kemeriahan,” tegasnya sambil menatap hadirin.

 

Salah satu tokoh masyarakat Nagari Salimpaung, A, Dt, Junjung mengatakan, menilai langkah efisiensi anggaran wajar diambil, namun pemerintah nagari harus jeli menentukan prioritas. “Jangan sampai kegiatan penting seperti perbaikan irigasi atau peningkatan sarana pendidikan justru tertunda karena dana dialihkan ke program yang kurang mendesak,” ujarnya kritis.

 

Musrenbang kali ini juga menjadi ajang diskusi terbuka bagi masyarakat dan pemangku kepentingan nagari. Usulan yang muncul beragam, mulai dari penguatan infrastruktur jalan nagari, perbaikan fasilitas kesehatan, hingga peningkatan kapasitas Bumnag agar mampu bersaing dengan sektor swasta.

 

Kegiatan ini dihadiri Forkopimca Kecamatan Salimpaung, Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari (BPRN), Kerapatan Adat Nagari (KAN), kepala sekolah se-Nagari Salimpaung, tokoh masyarakat, serta mahasiswa KKN Universitas Politeknik Negeri Padang. Suasana rapat berjalan kondusif dengan semangat kolaborasi.

 

Dengan berakhirnya musrenbang, pemerintah nagari menargetkan seluruh usulan akan dikompilasi menjadi dokumen perencanaan yang solid. Safril menegaskan hasil musyawarah akan menjadi acuan resmi dalam penyusunan RKP 2026 dan DURKP 2027. “Ini bukan sekadar daftar keinginan, tapi peta jalan pembangunan Salimpaung ke depan,” pungkasnya.

 

---

 

Reporter: Fernando 

Editor: RD TE Sumbar 

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih