6 Sep 2025 - 1179 View
Tanah Datar — RedaksiDaerah.com — Turnamen Walinagari Baringin Cup 1 yang mempertemukan tim Sigarungguang FC melawan Kampung Baru FC pada laga semifinal, Sabtu sore (6/9), berakhir ricuh. Kericuhan ini dipicu aksi protes keras salah seorang pemain terhadap wasit garis yang berujung pengeroyokan. Akibatnya, wasit garis bernama Weski mengalami luka-luka serius di bagian kepala dan tubuh.
Insiden bermula saat salah seorang pemain Kampung Baru FC, Rafa Fernando Garsia, tidak menerima keputusan wasit garis yang mengangkat bendera tanda offside di menit ke-50. Rafa kemudian melayangkan protes dengan cara menyundulkan kepala ke arah wasit garis. Tidak terima dengan perlakuan tersebut, Weski sempat membalas dengan pukulan.
Situasi semakin tak terkendali ketika suporter Kampung Baru FC yang berada di tribun ikut turun ke lapangan. Mereka melakukan pengeroyokan terhadap Weski hingga korban harus mendapatkan perawatan medis akibat luka di kepala dan tubuhnya. Kericuhan ini membuat pertandingan tidak bisa dilanjutkan.
Dari pantauan awak media, pertandingan sejatinya berjalan seru sejak awal. Pada babak pertama, Sigarungguang FC mampu memimpin dengan skor 1-0 setelah mencetak gol ke gawang Kampung Baru FC. Keunggulan tersebut membuat tensi pertandingan semakin tinggi hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Kampung Baru FC mencoba tampil lebih agresif untuk menyamakan kedudukan. Namun, keputusan wasit garis yang menganggap bola sudah dalam posisi offside membuat para pemain tim tersebut merasa dirugikan. Kejadian inilah yang akhirnya memicu protes keras dan keributan besar.
Kericuhan membuat laga semifinal ini harus dihentikan sebelum waktu normal berakhir. Panitia pertandingan bersama aparat keamanan berupaya melerai namun suasana di lapangan sudah kacau balau. Pertandingan pun resmi dinyatakan tidak dapat dilanjutkan.
Ketua Pelaksana Turnamen Walinagari Baringin Cup 1, Bayu Gaskin, menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Menurutnya, panitia akan segera melakukan rapat evaluasi dan berkoordinasi dengan pihak keamanan terkait langkah selanjutnya. “Kejadian ini di luar dugaan kami, dan tentu sangat mencoreng semangat sportivitas yang selama ini kita junjung,” ujarnya.
Sementara itu, Walinagari Baringin, Rahmat Aliyah Andri, Amd, turut angkat bicara. Ia menegaskan pihaknya akan mendorong agar kejadian ini ditangani secara serius oleh pihak berwenang. “Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi. Turnamen ini seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan sportivitas, bukan ajang keributan,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi wasit garis Weski dilaporkan masih dalam perawatan medis. Pihak kepolisian juga disebut telah mengamankan beberapa oknum yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kericuhan ini menjadi catatan hitam dalam perjalanan Walinagari Baringin Cup 1 yang awalnya diharapkan berjalan aman, tertib, dan meriah. Banyak pihak berharap insiden ini bisa menjadi pelajaran agar ke depan pertandingan sepak bola antar nagari dapat berlangsung dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas dan persaudaraan.
---
Reporter: Fernando
Editor: RD TE Sumbar
1
4
1
0
3
3