13 Agt 2026 - 18 View
Tanah Datar, RedaksiDaerah.com — Ruang digital kini menjadi salah satu medan utama komunikasi kepolisian dengan masyarakat. Menyadari hal tersebut, Humas Polda Sumatera Barat turun langsung ke Polres Tanah Datar untuk mengasah kemampuan personel dalam mengelola informasi publik, memproduksi konten video, sekaligus menggunakan media sosial secara bijak dan profesional. Kegiatan asistensi dan pelatihan tersebut digelar di Gedung Pratidina Polres Tanah Datar, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB itu dipimpin Kapolres Tanah Datar AKBP Marwan Fajrin, S.I.K., M.I.K., melalui Wakapolres Tanah Datar Kompol Iman Khalid Hari Mardono, S.H. Pelatihan ini menjadi momentum untuk memperkuat kemampuan jajaran dalam menyampaikan berbagai informasi kepolisian di tengah derasnya arus informasi media sosial.
Saat diwawancarai awak media, Wakapolres Tanah Datar menyampaikan bahwa penguatan kemampuan personel di bidang komunikasi publik menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh informasi sehingga kepolisian dituntut mampu menyampaikan pesan secara cepat, tepat, menarik, dan tetap dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menambahkan, kemampuan membuat konten bukan semata-mata persoalan teknis mengambil gambar atau mengedit video. Setiap informasi yang dipublikasikan harus memiliki landasan fakta, memperhatikan etika, serta mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat maupun institusi Polri. Media sosial harus menjadi sarana edukasi dan pelayanan informasi, bukan ruang untuk menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Tim Humas Polda Sumbar dipimpin Kompol Adhi Jais, S.H., M.H., selaku Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sumbar. Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Ipda Feri Hardiansyah, S.H., Aiptu Sahman, S.H., M.I.Kom., Bripda Miftahurrahmah, serta Bripda M. Azmi.
Kegiatan diikuti Pejabat Utama Polres Tanah Datar, personel satuan kerja Polres Tanah Datar yang telah ditunjuk, serta personel Polsek jajaran. Komposisi peserta tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan komunikasi digital diharapkan tidak hanya bertumpu pada personel Humas, tetapi menjadi kompetensi pendukung bagi jajaran kepolisian secara lebih luas.
Dalam sesi materi, Tim Humas Polda Sumbar membekali peserta dengan sejumlah kemampuan praktis dalam pengelolaan informasi. Materi diarahkan agar personel mampu mengubah kegiatan maupun pesan kepolisian menjadi produk informasi yang memiliki nilai publik, mudah dipahami, serta sesuai karakteristik masing-masing platform media.
Aiptu Sahman menyampaikan materi mengenai kaidah pembuatan berita. Peserta diberikan pemahaman mulai dari penyusunan informasi, pemilihan fakta, pengemasan narasi hingga penyampaian berita yang informatif dan tidak membingungkan masyarakat. Ketepatan informasi menjadi titik penting agar publikasi kepolisian tidak sekadar memenuhi kebutuhan dokumentasi.
Berikutnya, Bripda M. Azmi memberikan materi tentang tata cara pembuatan dan desain imbauan kamtibmas. Pesan keamanan dan ketertiban masyarakat dituntut dikemas dengan bahasa serta visual yang komunikatif sehingga tidak berhenti sebagai poster formal, melainkan mampu menarik perhatian dan mendorong masyarakat memahami pesan yang disampaikan.
Sementara itu, Ipda Feri Hardiansyah membekali peserta dengan teknik pembuatan video, mulai dari dasar pengambilan gambar hingga penyusunan konten audiovisual yang menarik. Materi tersebut menjadi relevan karena video kini menjadi salah satu format utama dalam distribusi informasi di berbagai platform media sosial.
Lebih jauh, pelatihan ini menegaskan bahwa tantangan komunikasi kepolisian di era digital bukan hanya soal seberapa banyak konten diproduksi, tetapi seberapa kuat kualitas dan kredibilitas informasi yang disampaikan. Konten yang cepat namun tidak akurat dapat menjadi masalah baru, sementara konten yang benar tetapi dikemas buruk berisiko gagal menjangkau publik.
Melalui asistensi dan pelatihan tersebut, Humas Polda Sumbar berharap personel Polres Tanah Datar dan Polsek jajaran mampu menghasilkan konten positif, kreatif, edukatif, informatif, serta bertanggung jawab. Penguatan kapasitas ini diharapkan menjadi bagian dari strategi membangun komunikasi publik Polri yang lebih terbuka, adaptif, dan profesional—sebab di era digital, satu unggahan dapat membangun kepercayaan, tetapi satu kesalahan informasi juga dapat meruntuhkannya.
Reporter: Fernando Stroom
Editor: RD TE Sumbar
Sumber: Liputan/ Rilis
0
0
0
0
0
0