Severity: Warning
Message: unlink(/home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/cache/categories_lang1): No such file or directory
Filename: drivers/Cache_file.php
Line Number: 279
Backtrace:
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/helpers/custom_helper.php
Line: 131
Function: get
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/core/Core_Controller.php
Line: 115
Function: get_cached_data
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/controllers/Home_controller.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once
12 Agt 2026 - 18 View
Aceh Tamiang - Redaksidaerah.com Proyek saluran air (drainase ) di jalan Jend ahmadyani kota Kualasimpang yg sedang di kerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk menimbulkan polemik dan kerugian bagi pengusaha pedagang, karena para pedagang mengeluhkan sepinya pembeli akibat dari penutupan dan jalan ke dalam toko mereka ,belum lagi tumpukan material yg terdapat di depan ruko mereka .
Di lokasi terlihat jelas jalur kendaraan menyempit drastis, tanah berlumpur menumpuk di tepi jalan, dan akses masuk ke toko maupun lapak pedagang terhalang galian serta beton saluran yang belum terpasang sempurna. Alat berat bekerja di tengah aktivitas warga, menimbulkan debu, suara bising, serta membuat pembeli enggan datang karena jalan licin, sempit, dan berisiko.
Sejumlah pedagang, termasuk pemilik toko emas dan lapak di pinggir jalan, mengeluhkan omzet merosot tajam sejak proyek dimulai. "Pembeli makin sedikit, orang susah parkir dan takut lewat karena jalannya sempit dan berlumpur. Kalau begini terus, kami tidak sanggup bayar sewa tempat dan kebutuhan harian," ungkap salah satu pedagang.
Pembeli pun mengaku kesulitan. "Saya mau belanja tapi jalannya berantakan, harus berputar jauh dan hati-hati sekali. Kalau bisa tidak mendesak, saya pilih ke tempat lain yang lebih mudah dijangkau," kata seorang warga yang melintas.
Di sisi lain, petugas pelaksana menyampaikan bahwa pembangunan saluran ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah banjir dan genangan yang sudah lama terjadi di kawasan ini. "Setelah selesai nanti, air hujan akan mengalir lancar, jalan tidak lagi rusak cepat, dan lingkungan menjadi lebih sehat. Manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang," ujar perwakilan pelaksana di lokasi.
Warga dan pedagang tidak menolak pembangunan, namun meminta pihak terkait memperhatikan beberapa hal:
- Mempercepat penyelesaian pekerjaan agar tidak berlarut-larut
- Membuat jembatan sementara atau akses masuk agar tetap bisa dilalui
- Menjaga kebersihan dan jalur minimal yang aman bagi pejalan kaki
- Memberikan informasi jadwal mulai dan selesai secara terbuka
"Kami dukung pembangunan demi kebaikan bersama, tapi tolong beri kami jalan yang bisa dilewati dan selesaikan secepatnya. Kami juga harus makan dan menafkahi keluarga setiap hari," harap pedagang lainnya.
Pemerintah daerah diharapkan turun langsung mendengar keluhan warga dan mencari solusi agar pembangunan tetap berjalan tanpa mematikan roda ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup di kawasan tersebut.
Liputan : AA¹
0
0
0
0
0
0