Redaksi Sumbar

M. Shadiq Pasadigoe didampingi ninik mamak dan tuo silek saat prosesi peresmian Sasaran Silek Kumango Syeh Mhd Said di Parak Jua, Batusangkar, disaksikan ratusan masyarakat dan pemuda.

Dari Parak Jua, Shadiq Pasadique Nyalakan Api Silek: Bukan Sekadar Peresmian, Ini Investasi Karakter

15 Feb 2026 - 56 View

M. Shadiq Pasadigoe didampingi ninik mamak dan tuo silek saat prosesi peresmian Sasaran Silek Kumango Syeh Mhd Said di Parak Jua, Batusangkar, disaksikan ratusan masyarakat dan pemuda.

Tanah Datar, RedaksiDaerah.com — Parak Jua, Batusangkar, tak sekadar menjadi lokasi seremoni. Di titik itu, Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, M. Shadiq Pasadigoe, meresmikan Sasaran Silek Kumango Syeh Mhd Said—sebuah ruang tempaan karakter yang digadang bukan hanya mencetak pesilat, tetapi juga penjaga marwah adat dan agama.

Peresmian berlangsung hangat namun sarat pesan. Wali nagari se-Tarantang Sayang, tuo silek dari Sungai Tarab, Baringin, hingga Salimpaung, ninik mamak, alim ulama, dan tokoh masyarakat hadir. Ini bukan sekadar potong pita; ini konsolidasi nilai. Di tengah derasnya arus globalisasi, Tanah Datar memilih menjawab dengan akar budayanya sendiri.

Sasaran ini diinisiasi Zamruatul Fuadi, dengan satu gagasan tegas: silek tak boleh berhenti sebagai tontonan seremoni. Ia harus menjadi sistem pembinaan. Dari lantai sasaran inilah disiplin, hormat kepada guru, dan tanggung jawab sosial ditanamkan sejak dini.

Dalam sambutannya, M. Shadiq Pasadigoe berbicara lugas. Generasi Z dan Generasi Delta, katanya, tak cukup dibekali gawai dan gelar. Mereka perlu fondasi karakter. “Kita tidak sedang menyiapkan generasi biasa. Kita sedang menyiapkan generasi emas,” tegasnya, disambut tepuk tangan hadirin.

Ia menekankan bahwa Sasaran Silek Kumango Syeh Mhd Said harus menjadi pusat pembinaan terpadu. Bukan hanya latihan gerak dan kuncian, tetapi juga penguatan akhlak. Di dalamnya ada pembelajaran seni baca Al-Qur’an, alua pasambahan, hingga tahfiz. Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah—bukan slogan, tapi kurikulum hidup.

Silek dalam konteks Minangkabau adalah identitas. Ia bukan sekadar bela diri, melainkan filosofi. Setiap langkah punya makna, setiap gerak mengandung etika. Di tengah kekhawatiran degradasi moral generasi muda, sasaran ini diproyeksikan menjadi benteng pertama.

Momentum peresmian ini juga menjadi bagian dari agenda Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) M. Shadiq Pasadigoe di Tanah Datar. Namun pesan politiknya jelas: pemberdayaan berbasis budaya jauh lebih berkelanjutan daripada proyek fisik yang cepat usang.

Di hadapan para pemuda yang memadati lokasi, komitmen itu ditegaskan. Dukungan terhadap program berbasis adat dan pendidikan keagamaan bukan sekadar retorika panggung. Ia menyentuh langsung kebutuhan masyarakat akar rumput—membangun manusia sebelum membangun gedung.

Para tuo silek yang hadir menilai berdirinya sasaran ini sebagai angin segar. Regenerasi selama ini berjalan tersendat, tergilas urbanisasi dan minimnya ruang latihan. Kini, Parak Jua memiliki pusat pembinaan yang terstruktur.

Dengan berdirinya Sasaran Silek Kumango Syeh Mhd Said, Tanah Datar mengirim pesan kuat: modernitas boleh melaju, tetapi identitas tak boleh tanggal. Dari lantai sasaran inilah diharapkan lahir generasi yang cekatan dalam silek, kukuh dalam iman, dan siap bersaing—tanpa kehilangan jati diri.

----

Reporter: Fernando Stroom 

Editor: RD TE Sumbar 

Sumber: Liputan 

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih