25 Agt 2026 - 14 View
Tanah Datar, RedaksiDaerah.com — Pembangunan infrastruktur jalan kembali menyentuh kebutuhan langsung masyarakat di Kabupaten Tanah Datar. Masyarakat Jorong Gunung, Nagari Tanjung Alam, dan Jorong Aua, Nagari Barulak, menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, atas terwujudnya pembangunan Jalan Lakuang Katelo–Kuto Basa dan Jalan Polindes–Lapuang melalui Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Tahun 2026.
Ucapan apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Wali Nagari Tanjung Alam, Kadiman Dt. Simarajo Nan Kayo, saat kegiatan pengecoran perdana pembangunan jalan di Jorong Gunung, Tanjung Alam, Selasa (25/8/2026). Pengecoran perdana itu dilakukan oleh Ketua DPRD Kabupaten Tanah Datar, Anton Yondra, SE, MM, sebagai penanda dimulainya pekerjaan infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat.
Kadiman menilai perhatian Zigo Rolanda terhadap Tanah Datar pada tahun 2026 bukan sekadar hadir dalam bentuk wacana. Sejumlah program pembangunan berhasil diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di Nagari Tanjung Alam dan Nagari Barulak, di tengah situasi efisiensi anggaran yang membuat ruang fiskal pembangunan semakin ketat.
“Pada tahun 2026 ini cukup besar perhatian Bapak Zigo Rolanda untuk Tanah Datar, khususnya Tanjung Alam dan Barulak. Baik melalui Program PISEW maupun kegiatan bedah rumah, semuanya sangat membantu masyarakat, terlebih di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini,” ujar Kadiman dalam sambutannya.
Pembangunan Jalan Lakuang Katelo–Kuto Basa serta Jalan Polindes–Lapuang diharapkan tidak berhenti sebagai proyek fisik semata. Infrastruktur tersebut diproyeksikan memperlancar mobilitas masyarakat, memperkuat konektivitas antarwilayah, sekaligus membuka akses sosial dan ekonomi bagi warga di dua nagari yang menjadi lokasi pelaksanaan program.
Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, SE, MM, dalam sambutannya menegaskan bahwa Program PISEW yang masuk ke wilayah tersebut merupakan murni hasil perjuangan aspirasi Zigo Rolanda sebagai Anggota Komisi V DPR RI. Menurutnya, keberhasilan menghadirkan program pusat ke daerah membutuhkan kerja politik yang konkret, terutama ketika persaingan untuk mendapatkan alokasi program semakin ketat.
Anton bahkan mengungkapkan bahwa Tanah Datar menjadi satu-satunya daerah yang memperoleh pelaksanaan Program PISEW tersebut pada tahun 2026. Fakta itu, kata dia, patut menjadi catatan penting bahwa perhatian terhadap suatu daerah tidak selalu diukur semata-mata dari besarnya basis perolehan suara.
“Untuk Tanah Datar, ini merupakan satu-satunya Program PISEW yang dilaksanakan saat ini. Kita tentu sangat berterima kasih kepada Bapak Zigo Rolanda. Harus kita akui, meskipun suara beliau di Tanah Datar tidak signifikan, namun perhatian yang diberikan kepada daerah ini cukup besar,” tegas Anton Yondra.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pembangunan idealnya tidak berhenti pada kalkulasi politik elektoral. Ketika aspirasi masyarakat mampu diterjemahkan menjadi program nyata, ukuran keberpihakan bukan lagi sekadar janji saat kampanye, melainkan seberapa jauh akses pembangunan benar-benar dapat dibawa pulang ke daerah.
Sebelumnya, Ketua Kelompok Masyarakat Kerja Sama Antar Desa (Pokmas KSAD), Barta Alges Wahyuni Saputra, melaporkan bahwa Program PISEW Tahun 2026 dilaksanakan pada dua lokasi, yakni Jorong Gunung, Nagari Tanjung Alam, dan Jorong Aua, Nagari Barulak. Total anggaran program disebut mencapai hampir Rp600 juta dengan panjang ruas pembangunan sekitar 700 meter.
Dengan nilai anggaran tersebut, masyarakat kini berharap pembangunan dapat dikerjakan sesuai spesifikasi teknis, tepat mutu dan tepat waktu. Sebab, proyek infrastruktur yang baik tidak cukup hanya ditandai dengan seremoni pengecoran perdana, tetapi harus berujung pada jalan yang benar-benar kokoh, fungsional, dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Kegiatan peletakan dan pengecoran perdana itu turut dihadiri Camat Tanjung Baru Yoghi Alfinder, tim teknis, perwakilan PUPR dan Bappeda Kabupaten Tanah Datar, serta sejumlah datuak, ninik mamak dan tokoh masyarakat dari dua nagari. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur ini menjadi kepentingan bersama yang membutuhkan pengawalan hingga pekerjaan selesai.
Kini, perhatian masyarakat tertuju pada proses pelaksanaan pembangunan. Aspirasi telah berubah menjadi proyek, anggaran telah tersedia, dan pekerjaan telah dimulai. Tantangan berikutnya sederhana tetapi menentukan: memastikan hampir Rp600 juta dana pembangunan tersebut benar-benar menjelma menjadi jalan berkualitas yang memperlancar kehidupan masyarakat Tanjung Alam dan Barulak—bukan sekadar meninggalkan papan proyek dan dokumentasi seremoni.
-----------------------
Reporter: Fernando Stroom
Editor: RD TE Sumbar
Sumber: Liputan
0
0
0
0
0
0