3 Sep 2025 - 179 View
Padang – RedaksiDaerah.com — Nama Hamdanus, S.Fil.I, M.Si, kini menjadi sorotan di Sumatera Barat. Tokoh muda ini disebut-sebut sebagai calon paling kuat untuk menakhodai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat periode 2025–2029.
Namun perjalanan Hamdanus bukan jalan mulus. Ia adalah sosok yang ditempa dari ruang kelas kampus, gelanggang politik, hingga arena olahraga. Perpaduan itulah yang membuatnya matang menghadapi dinamika menuju kursi tertinggi olahraga Ranah Minang.
*Dari Aktivis Mahasiswa ke Politisi*
Karier organisasi Hamdanus dimulai sejak ia menjabat Presiden Mahasiswa UIN Imam Bonjol (2002–2003). Semangat mudanya membawanya ke panggung politik nasional, hingga ia dipercaya sebagai Ketua DPP KNPI Bidang Dalam Negeri (2011–2014) dan utusan Lemhannas Pemuda (2012).
Pengalaman itu mengantarnya ke panggung politik daerah. Ia terpilih menjadi Anggota DPRD Provinsi Sumbar (2019–2024) di Komisi V yang membidangi olahraga. Dari sinilah ia semakin dekat dengan dunia olahraga, memahami denyut cabang olahraga dan persoalan anggaran yang kerap menjadi polemik.
*Jejak di Dunia Olahraga*
Hamdanus bukan nama asing di KONI Sumbar. Ia pernah menjabat sebagai Anggota Badan Audit Internal KONI Sumbar (2016–2020), lalu naik menjadi Waketum sekaligus Plt Ketua KONI Sumbar (2021–2022). Pada PON XX Papua 2021, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Kontingen Sumbar. Saat ini, ia masih aktif sebagai Waketum PASI (Atletik) Sumbar.
Rekam jejak ini membuat banyak pihak menilai Hamdanus sebagai figur yang memahami betul mekanisme organisasi olahraga, baik dari sisi manajemen maupun pembinaan atlet.
*“Hamdanus Bukan Orang Biasa”*
Seorang sahabat dekat Hamdanus memberi testimoni singkat tapi kuat:
“Hamdanus bukan orang biasa. Ia lahir dari proses panjang, terbiasa menghadapi dinamika politik dan organisasi. Itu yang membuatnya matang.”
Pernyataan itu seakan menegaskan bahwa Hamdanus memang ditempa oleh tantangan. Ia bukan tipe yang muncul tiba-tiba, melainkan dibentuk oleh perjalanan panjang.
*Kontroversi dan Pertarungan Politik*
Sejak awal menyatakan maju, Hamdanus tak lepas dari kontroversi. Lawan-lawan politik muncul dengan strategi masing-masing. Namun satu per satu, mereka mulai melemah.
“Sejak awal maju, ia menghadapi kontroversi. Tapi lawan satu per satu tumbang, hilang, dan mundur,” ungkap seorang tokoh olahraga Sumbar.
Bahkan, ia disebut sebagai figur yang dekat dengan pusat kekuasaan.
“Hamdanus orang lingkaran Buya, dekat dengan penguasa daerah dan anggaran. KONI ke depan jangan sampai bermasalah lagi, terutama pencairan anggaran,” tambahnya.
*Momentum Caretaker*
Dinamika KONI Sumbar semakin panas setelah KONI Pusat menerbitkan SK Caretaker. Keputusan ini mempercepat pelaksanaan Musprov sekaligus mengakhiri polemik kepengurusan lama. Menariknya, banyak nama dalam susunan caretaker disebut pro kepada Hamdanus.
Hal ini membuat jalan menuju Musprov semakin berpihak padanya. Tak sedikit yang berpendapat, Musprov hanya akan menjadi panggung formalitas untuk mengukuhkan dominasi Hamdanus.
*Prediksi Aklamasi*
Founder SPORTY Indonesia, Pax Alle, menegaskan prediksinya.
“Hamdanus berpeluang besar menang aklamasi pimpin KONI Sumbar. Ia punya jaringan luas, pengalaman, serta dukungan mayoritas cabang olahraga. Sangat sulit ada lawan sepadan yang mampu menyaingi,” ungkap Pax Alle, Rabu (3/9/2025).
*Menuju Babak Baru KONI Sumbar*
Hamdanus kini berdiri di titik persimpangan sejarah olahraga Sumatera Barat. Dengan pengalaman akademis, politik, dan olahraga, ia dianggap memiliki bekal lengkap. Tantangan ke depan bukan hanya soal prestasi atlet, tetapi juga tata kelola anggaran dan integritas organisasi.
Jika prediksi aklamasi benar terjadi, Hamdanus akan mengukir sejarah sebagai sosok yang lahir dari perjalanan panjang, menutup pintu kontroversi, dan membuka babak baru olahraga Ranah Minang.
----
Reporter : Fernando
Editor : RD TE Sumbar
0
0
0
0
0
0