27 Jun 2021 - 171 View
Padang, Redaksidaerah.com - Maraknya aksi pungli dan premanisme di sekitaran pelabuhan Teluk Bayur, Polsek Padang selatan melakukan kegiatan Operasi Pemberantasan Pungli dan Premanisme. Padang (25/06/2021).
Sesuai instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat telegram untuk menciptakan situasi kondusif dan aman kepada pengguna jasa dan masyarakat di kawasan pelabuhan. Kata Kapolsek Padang Selatan AKP Purwanto, SH, MH.
Hal ini menyusul maraknya aksi premanisme dan pungli di kawasan Pelabuhan Teluk Bayur. Diperkuat dengan keluarnya Telegram yang diteken oleh Kabareskrim Komjen Agus Adrianto dengan Nomor ST/1251/VI/HUK.7.1/2021. Ungkap Purwanto
Operasi pungli tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Padang Selatan AKP Purwanto, SH, MH dan Kanit Reskrim Polsek Padang Selatan Iptu Eddy Saputra.
Purwanto menyampaikan, kegiatan Operasi Pemberantasan Pungli dan Premanisme dilakukan Jumat sore pukul 15.30 WIB di Pelabuhan Teluk Bayur.
Selanjutnya, Kapolsek Padang Selatan AKP Purwanto, SH.MH memerintahkan Kanit Reskrim Polsek Padang Selatan Iptu Eddy Saputra beserta anggota Unit Reskrim dan Unit Intelkam Polsek Padang Selatan melakukan Maping dan Monitoring kegiatan pungli dan premanisme di area Line II pelabuhan teluk bayur tepatnya depan PT. Apikal Cakrawala.
Sesampai di TKP ditemukan 3 (tiga) orang laki laki dewasa melakukan pemunggutan liar (pungli) dengan modus menjual air mineral dan sabun cuci deterjen. Setelah diamankan 3 (tiga) orang laki-laki tersebut langsung dibawa ke Polsek Padang Selatan guna dimintai keterangan.
Adapun identitas pelaku pungli atas nama Pedrizal (46 tahun) pekerjaan tukang parkir, Suardi (35 tahun) buruh harian lepas, Dipa Wahyudi (35 tahun) buruh harian lepas.
Menurut pengakuan Dipa Wahyudi bahwa, kegiatannya tersebut sudah berjalan 1 tahun yaitu menjualkan air mineral merk Aqua ukuran 1,5 L dan sabun cuci deterjen dengan harga Rp. 15.000.- (lima belas ribu) disuruh ambil oleh para sopir mobil truk muatan CPO, sedangkan harga normal nya air mineral merk Aqua tersebut dengan harga Rp. 5000.- (lima ribu rupiah) dan sabun cuci deterjen Rp. 1000.- (seribu).
Sedangkan menurut keterangan Pedrizal dan Suardi bahwa, kegiatannya sudah berjalan 1 tahun, dengan modus operandi meminta uang pakir mobil truk tengki CPO sebanyak Rp. 15.000.- (lima belas ribu) rupiah dan apabila truk tengki CPO keluar dari PT. Apikal Cakrawala pemuda tersebut meminta uang sebanyak Rp. 2000.- (dua ribu).
Ditemukan juga Barang Bukti hasil dari pungli tersebut :
1. Uang tunai Rp. 47.000.- (empat puluh tujuh) rupiah pungutan dari sopir truk tengki CPO Rp. 2000.- dari hasil pengaturan keluar masuk truk tengki area PT. Apikal Cakrawala.
2. Uang tunai Rp. 120.000.- (seratus dua puluh ribu) rupiah hasil penjualan air mineral merk Aqua dan sabun cuci deterjen.
3. Air mineral merk Aqua ukuran 1,5 L sebanyak 12 botol dan sabun cuci deterjen merk Daia ukuran 53 gram sebanyak 38 bungkus.
Selepas dari kegiatan operasi pungli dan premanisme tersebut, Kapolsek menyampaikan;
"Guna mendukung akselarasi pemulihan ekonomi nasional, Kamtibmas harus kondusif. Negara tidak boleh kalah dengan aksi-aksi premanisme tersebut," Disampaikan Purwanto saat wawancara dengan media Redaksidaerah.com
(FK/HP)
0
0
1
0
0
0