29 Jun 2026 - 93 View
Tanah Datar, RedaksiDaerah.com — Musyawarah Nagari (Musnag) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nagari Tahun 2027 dan Daftar Usulan (DU) RKP Tahun 2028 Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Sungai Tarab, digelar di Aula Kantor Wali Nagari Pasie Laweh, Senin (29/6/2026). Forum tahunan yang menjadi penentu arah pembangunan nagari itu berlangsung di tengah sorotan atas absennya perwakilan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan anggota legislatif.
Musnag dibuka secara resmi oleh Ketua BPRN Nagari Pasie Laweh, Amrizal, S.Pd, yang menegaskan pentingnya musyawarah sebagai wadah menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyusun prioritas pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Dalam forum tersebut, berbagai usulan pembangunan dari unsur masyarakat dibahas untuk menjadi dasar penyusunan RKP Nagari Tahun 2027 serta DU RKP Tahun 2028. Seluruh usulan diharapkan dapat menjadi pijakan pemerintah dalam menetapkan program pembangunan yang terukur dan berkelanjutan.
Wali Nagari Pasie Laweh, Hidayat, S.Pd., M.Pd.T, saat diwawancarai Redaksi Daerah menyampaikan bahwa Musnag bukan sekadar agenda administratif, tetapi merupakan forum strategis untuk menyatukan kebutuhan masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan nagari.
Ia berharap seluruh usulan yang lahir dari Musnag mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar sehingga tidak berhenti hanya sebagai dokumen perencanaan, tetapi dapat direalisasikan dalam program pembangunan daerah.
Hidayat juga mengimbau Pemerintah Kabupaten Tanah Datar agar memperkuat sinergi dengan pemerintah nagari. Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah dalam forum seperti Musnag sangat penting sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan yang berangkat dari kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.
Namun, berdasarkan pantauan Redaksi Daerah di lokasi kegiatan, tidak tampak satu pun perwakilan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar maupun anggota DPRD Kabupaten Tanah Datar menghadiri Musnag tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian sejumlah peserta yang mengikuti jalannya musyawarah.
Absennya unsur pemerintah kabupaten dan wakil rakyat memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai sejauh mana perhatian terhadap proses penyusunan agenda pembangunan di tingkat nagari yang menjadi fondasi pembangunan daerah.
Seorang warga Nagari Pasie Laweh yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa atas ketidakhadiran pejabat pemerintah daerah maupun para wakil rakyat. Menurutnya, forum Musnag merupakan momentum penting untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat, sehingga kehadiran para pemangku kebijakan dinilai sangat diperlukan.
Ia berharap aspirasi yang telah disampaikan masyarakat tidak berhenti di ruang musyawarah semata, melainkan benar-benar menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan Kabupaten Tanah Datar pada tahun-tahun mendatang.
Meski tanpa kehadiran unsur Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan legislatif, jalannya Musnag tetap berlangsung lancar dengan pembahasan berbagai usulan prioritas pembangunan yang melibatkan seluruh peserta secara aktif.
Musnag Nagari Pasie Laweh dihadiri oleh Camat Sungai Tarab, Kapolsek Sungai Tarab, para Wali Nagari se-Kecamatan Sungai Tarab, Ketua KAN Nagari Pasie Laweh, mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan nagari tetap bergerak dari semangat partisipasi masyarakat, sekaligus menjadi pengingat bahwa sinergi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah kabupaten dan wakil rakyat, sangat dibutuhkan agar setiap aspirasi warga tidak sekadar menjadi catatan, tetapi diwujudkan dalam program nyata.
Reporter: Fernando Stroom
Editor: RD TE Sumbar
Sumber: Liputan
0
0
0
0
0
0