11 Sep 2025 - 300 View
Tanah Datar – RedaksiDaerah.com — Kapolres Tanah Datar, Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto, SH, S.I.K, MIK, kembali menegaskan komitmennya dalam menghadapi dua ancaman serius di Kabupaten Tanah Datar, yakni fenomena LGBT dan bahaya narkoba. Dalam pertemuan bersama awak media, Kamis (11/09/2025), Kapolres menyebut kedua masalah ini sudah pada level yang sangat meresahkan dan tidak bisa dipandang sebelah mata.
Menurutnya, LGBT dan narkoba bukan sekadar isu pribadi, melainkan persoalan yang menyangkut masa depan generasi muda. “Keduanya menggerogoti moral, merusak kesehatan, mengancam keamanan, dan pada akhirnya melemahkan ketahanan sosial masyarakat kita,” tegas Dr. Ichsan.
Lebih lanjut, Kapolres memaparkan bahwa dirinya tidak hanya bergerak di ranah kepolisian, tetapi juga turun langsung ke tengah masyarakat melalui pendekatan dakwah. Hingga kini, ia telah berkesempatan memberikan tausiyah di 100 masjid dan musholla di Tanah Datar. “Ini ikhtiar kita dalam menguatkan benteng akhlak masyarakat,” ujarnya.
Polres Tanah Datar, lanjutnya, sudah menyiapkan berbagai langkah strategis. Pertama, edukasi dan penyuluhan lewat program Police Goes to School dan Police Goes to Campus untuk membentengi pelajar dan mahasiswa dari bahaya narkoba serta perilaku menyimpang.
Kedua, pendekatan humanis terhadap komunitas rentan. Kapolres menekankan bahwa individu yang terjerat narkoba maupun perilaku LGBT tidak semata diperlakukan dengan tindakan hukum, tetapi lebih diutamakan untuk dibina, diberi konseling, serta diarahkan dengan bantuan tokoh agama dan psikolog.
Ketiga, memperkuat kolaborasi dengan ulama dan tokoh adat. Dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), Kapolres yakin peran niniak mamak dan alim ulama sangat strategis untuk menjaga generasi muda dari pengaruh yang merusak.
Keempat, membangun kesadaran kolektif melalui kampanye di media sosial, forum komunitas, hingga kegiatan masyarakat. “Narkoba dan LGBT bukan hanya masalah individu. Ini ancaman nyata bagi masa depan Tanah Datar,” tandasnya.
Kapolres menegaskan bahwa penanganan dua persoalan besar ini tidak bisa hanya mengandalkan polisi. Semua pihak, mulai dari orang tua, pendidik, tokoh adat, hingga media massa, harus bersinergi untuk menutup ruang penyebaran pengaruh negatif.
Ia pun mengapresiasi peran media yang selama ini ikut menyuarakan pentingnya menjaga moral dan masa depan generasi muda. “Dengan kebersamaan, kita bisa menjaga Tanah Datar agar tetap aman, sehat, dan berakhlak mulia,” pungkas Dr. Ichsan.
---
Reporter: Fernando
Editor: RD TE Sumbar
0
0
0
0
0
0