Redaksi Sumbar

Kombes Pol Wedy Mahadi bersama Kapolres Tanah Datar dan tokoh nagari. “Direktur Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Wedy Mahadi, memberikan arahan tegas soal bahaya narkoba di Balairungsari Jorong Tabek.”

Nagari Tabek Jadi Percontohan, Polres Tanah Datar Canangkan Kampung Tangguh Bebas Narkoba

22 Sep 2025 - 563 View

Kombes Pol Wedy Mahadi bersama Kapolres Tanah Datar dan tokoh nagari. “Direktur Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Wedy Mahadi, memberikan arahan tegas soal bahaya narkoba di Balairungsari Jorong Tabek.”

Tanah DatarRedaksiDaerah.com — Upaya memberantas narkoba di Sumatera Barat kembali diperkuat dengan langkah strategis di tingkat nagari. Polres Tanah Datar menerima kunjungan silaturahmi dan asistensi dari Direktur Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Wedy Mahadi, S.I.K., M.A.P., dalam rangka penguatan program Kampung Tangguh Bebas dari Narkoba di Nagari Tabek, Kecamatan Pariangan, pada Jumat (19/9/2025) pukul 14.30 WIB. Kegiatan berlangsung di Balairungsari Jorong Tabek dengan melibatkan pejabat, tokoh masyarakat, serta unsur nagari.

 

Kehadiran Direktur Narkoba Polda Sumbar beserta rombongan mendapat sambutan hangat dari Kapolres Tanah Datar, AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septianto, S.I.K., M.I.K., beserta jajaran. Turut hadir Kepala Kesbangpol Kabupaten Tanah Datar Drs. Herison mewakili Bupati, perwakilan Camat Pariangan Randi Aldora, STTP, M.Si., Kapolsek Pariangan IPTU Previe Ibra, S.H., Wali Nagari Tabek Rispel Murni Nurdin beserta perangkat nagari, serta tokoh adat, agama, dan pemuda setempat.

 

Dalam sambutannya, Kombes Pol Wedy Mahadi menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Nagari Tabek yang proaktif membentuk Kampung Tangguh Bebas Narkoba. Menurutnya, narkoba adalah ancaman laten yang tidak hanya menyerang kota besar, tetapi juga telah menyusup ke pelosok desa. “Narkoba itu mengikuti peradaban, ke mana pun kita berada, ia selalu ada,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Wedy mengungkapkan capaian signifikan selama dua bulan dirinya menjabat sebagai Direktur Narkoba Polda Sumbar. “Kami berhasil melakukan penangkapan terbesar dalam sejarah Sumatera Barat, yakni 50 kilogram sabu, lebih dari 100 kilogram ganja, 39 kasus, dan 56 tersangka,” ungkapnya di hadapan para peserta.

 

Namun, di balik keberhasilan itu, ia menegaskan bahwa ancaman narkoba justru semakin serius. Berdasarkan analisis data Polda Sumbar, penyalahgunaan narkoba kini tidak hanya terjadi di perkotaan, tetapi sudah merambah hingga desa-desa terkecil. Fakta tersebut menjadi alarm keras bagi seluruh elemen masyarakat untuk tidak lengah.

 

Wedy menekankan pentingnya sinergi dalam penanganan narkoba, bukan hanya dengan penegakan hukum, tetapi juga langkah pencegahan. “Kita harus bergerak bersama melalui upaya preemtif, edukatif, preventif, serta penindakan hukum sebagai ultimum remedium. Dengan demikian, pengawasan dan pencegahan bisa berjalan maksimal,” katanya.

 

Ia juga mengingatkan bahwa Kampung Tangguh Bebas Narkoba jangan hanya menjadi slogan seremonial tanpa bukti. Program tersebut, menurutnya, harus diwujudkan dalam aksi nyata, seperti sosialisasi berkelanjutan, partisipasi pemuda, dan keterlibatan tokoh masyarakat dalam pengawasan lingkungan. “Inilah kerja nyata yang bisa membentengi generasi kita,” tambahnya.

 

Kegiatan di Nagari Tabek ini diakhiri dengan peneguhan komitmen bersama antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menjadikan nagari sebagai garda terdepan dalam melawan narkoba. Dengan sinergi tersebut, diharapkan Tanah Datar menjadi model daerah yang mampu menjaga ketahanan sosial dari bahaya narkoba, sekaligus menginspirasi nagari lain di Sumatera Barat.

 

 

---

Reporter: Fernando 

Editor: RD TE Sumbar 

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih