Severity: Warning
Message: unlink(/home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/cache/categories_lang1): No such file or directory
Filename: drivers/Cache_file.php
Line Number: 279
Backtrace:
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/helpers/custom_helper.php
Line: 131
Function: get
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/core/Core_Controller.php
Line: 115
Function: get_cached_data
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/controllers/Home_controller.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once
6 Jan 2022 - 117 View
Makassar, RedaksiDaerah.com - Ketua DPD RI., AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengajak masyarakat untuk meneladani perjuangan Pangeran Diponegoro.
Ajakan tersebut disampaikan La Nyalla saat berziarah ke makam Pangeran Diponegoro, di Makassar, Sulawesi Selatan disela-sela kunjungan kerjanya, Kamis (06/01/22).
"Sosok Pangeran Diponegoro ini luar biasa. Pangeran Diponegoro berjuang menghadapi penjajah untuk mempertahankan hak dan kedaulatannya. Jelas ini bisa menjadi inspirasi untuk kita semua, terutama generasi-generasi muda tanah air," ucap La Nyalla.
La Nyalla mengatakan, makam Pangeran Diponegoro harus terus dilestarikan.
"Makam ini harus dijaga agar Nilai-nilai perjuangan beliau tidak luntur. Sebagai destinasi, tempat ini juga harus diperkuat story telling lingkungan dan sejarah agar kepahlawanan beliau bisa terus dikenang. Ini juga bagian dari kearifan lokal yang juga sebagai kekuatan pariwisata di Makassar," ujar La Nyalla.
Senator asal Jawa Timur ini menambahkan, keyakinan dan keteguhan yang diperlihatkan Pangeran Diponegoro sangat luar biasa untuk bangsa Indonesia.
"Beliau selalu berjuang untuk kebenaran. Dan semangat itu juga yang diusung DPD RI untuk mengembalikan hak dan fungsi DPD dikonstitusi seperti sebelum amandemen dilakukan," kata La Nyalla.
Sementara itu, keturunan ke-5 Pangeran Diponegoro yang juga juru kunci makam., Raden Hamzah Diponegoro mengaku sangat berterima kasih dan bersyukur atas kedatangan La Nyalla di Makam Pangeran Dipenogoro.
"Kedatangan Ketua DPD RI 7 ke makam ini dampaknya maha hebat. Ini bisa dijadikan inspirasi bagi generasi muda agar tidak semata-mata berkunjung. Sebab, Pangeran Diponegoro semasa hidup, Pangeran Diponegoro selalu menjaga marwahnya, marwah kerajaan dan marwah negara tercinta. Persis dengan Pak La Nyalla yang selalu menjaga marwah DPD RI dan bangsa ini," ucap Raden Hamzah.
Raden Hamzah menjelaskan, bahwa Pangeran Diponegoro menghembuskan nafas pada usia 70 tahun.
"Separuh usia Pangeran Diponegoro dihabiskan dalam pengasingan. Dari Jawa, Jakarta di musem Fatahillah, Manado dan Makassar selama 21 tahun. Disini makam Pangeran Diponegoro, istri, dan 5 anaknya, satu putri empat putra," jelas Raden Hamzah.
Raden Hamzah pun mendoakan La Nyalla untuk bisa kembali lagi ke Makam dengan amanah-amanah yang berbeda.
"Bapak sekarang datang ke sini saat menjabat dan menjaga marwah DPD RI. Semoga saja bapak La Nyalla kembali datang kesini dengan amanah-amanah yang baru dan lebih tinggi dari DPD RI," beber Raden Hamzah.
Pangeran Diponegoro adalah pahlawan Nasional yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Pangeran Diponegoro lahir 11 November 1785 di Yogyakarta dengan nama asli Raden Mas Ontowiryo. Putra dari Sri Sultan Hamengku Buwono III ini menjadi salah satu pahlawan yang cukup dikenal sebagai pemimpin Perang Diponegoro yang terjadi selama 5 tahun dari 1825 sampai 1830 di pulau Jawa, terang Raden Hamzah.
Pangeran Diponegoro, lanjut Raden Hamzah, memimpin perang untuk mendapatkan keadilan dari sikap penjajah Belanda yang melakukan penindasan kala itu. Belanda menyewakan tanah kepada petani pribumi secara semena-mena, sedangkan kepada pengusaha swasta sewa diberikan tanpa batasan agar bisa dijadikan lahan perkebunan.
Pangeran Diponegoro ditangkap 28 Maret 1830 setelah Belanda berpura-pura akan melakukan perundingan. Setelah itu, Pangeran Diponegoro menjalani masa pengasingan, tutup Raden Hamzah.
Sumber : Relis
Editor : Rj Samosir
0
0
0
0
0
0