31 Okt 2025 - 1568 View
Tanah Datar, RedaksiDaerah.com — Walinagari Tanjung, Ridwan Amri, Amd, menjadi sorotan tajam setelah ia memutuskan menghapus video klarifikasi kontroversial dari halaman Facebook resmi Prokopimnag Tanjung pada Jumat, 31 Oktober 2025. Video yang diunggah sehari sebelumnya, Kamis 30 Oktober 2025, tersebut memuat klarifikasi dari Walinagari itu sendiri, diikuti oleh klarifikasi terpisah dari perangkat nagari berinisial LP dan pengusaha berinisial A, yang dituduh terlibat dugaan perselingkuhan.
Keputusan Walinagari untuk mengunggah dan kemudian secara mendadak menghapus video dalam kurun waktu kurang dari 24 jam ini memicu kecurigaan publik yang meluas. Tindakan ini dinilai sebagai upaya menarik kembali kesalahan prosedur atau, lebih jauh lagi, sebagai indikasi bahwa substansi klarifikasi tersebut tidak memadai atau justru memperkuat dugaan adanya masalah yang ditutup-tutupi. Proses penanganan kasus ini terkesan amatir dan tergesa-gesa, merusak kepercayaan publik yang seharusnya dipertahankan oleh Walinagari.
Baca juga berita sebelumnya:
Seorang warga Nagari Tanjung, yang memilih untuk tidak disebutkan identitasnya demi alasan keamanan, mengungkapkan kritiknya secara pedas. "Seharusnya Walinagari Tanjung itu berpikir dulu sebelum mengeluarkan video klarifikasi anak buahnya. Ini tidak, Ketua BPRN Nagari Tanjung (Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari) saja tidak diajak serta, termasuk pemuda sebagai organisasi unsur dalam nagari," ujarnya.
Pernyataan ini jelas menyoroti ketiadaan koordinasi dan konsultasi Walinagari dengan lembaga pengawasan resmi nagari sebelum mengambil langkah publik yang sensitif.
Pemusatan upaya klarifikasi di tangan Walinagari tanpa melibatkan struktur pengawasan nagari yang lain menunjukkan kelemahan fundamental dalam tata kelola pemerintahan dan akuntabilitas. Keputusan untuk menggunakan platform resmi Prokopimnag (Protokol dan Komunikasi Pimpinan Nagari) untuk mengunggah klarifikasi, yang kemudian harus dihapus, menyiratkan bahwa Walinagari gagal dalam asesmen risiko dan dampak komunikasi publik terkait masalah moral dan etika aparatur.
Baca juga berita sebelumnya:
"Apakah jangan-jangan ada yang ditutup-tutupi oleh Walinagari Tanjung ini? Sebaiknya segera buat klarifikasi yang melibatkan media yang bersangkutan, Pak Wali," lanjut sumber tersebut. Desakan ini menegaskan bahwa publik tidak puas dengan klarifikasi internal yang disajikan pada Kamis lalu.
Warga menuntut transparansi total melalui media yang independen, bukan sekadar penayangan video yang dapat dengan mudah ditarik kembali tanpa pertanggungjawaban.
Penghapusan video oleh Walinagari Ridwan Amri bisa diinterpretasikan sebagai pengakuan terselubung atas kegagalan dalam meredam isu, sekaligus menempatkan integritasnya sebagai pemimpin di posisi yang sangat rentan. Alih-alih meredakan polemik, tindakan penghapusan tersebut justru menimbulkan pertanyaan lebih besar mengenai validitas isi klarifikasi pada hari Kamis, serta ada tidaknya tekanan yang memengaruhi keputusan untuk mengunggah dan kemudian mencabutnya.
Upaya konfirmasi langsung kepada Walinagari Tanjung, Ridwan Amri, Amd, tidak membuahkan hasil. Walinagari memilih untuk tidak bisa dihubungi oleh awak media sejak kontroversi ini memuncak. Sikap bungkam seorang pemimpin publik di tengah isu yang menyangkut moral jajarannya ini patut dikritik keras, karena menunjukkan penghindaran tanggung jawab dan membiarkan spekulasi liar merajalela di tengah masyarakat.
Kegagalan Walinagari dalam mengelola isu ini, mulai dari pengunggahan video klarifikasi yang tergesa-gesa hingga penghapusan mendadak, adalah cermin buram lemahnya akuntabilitas di tingkat pemerintahan nagari. Nagari Tanjung kini menghadapi krisis kepercayaan. Publik menanti langkah mundur Walinagari atau tindakan tegas yang terstruktur dan transparan untuk memulihkan marwah pemerintahan. Ada apa dengan Walinagari Tanjung, Ridwan Amri?
---
Reporter: TIM
Editor: RD TE Sumbar
1
0
1
0
1
0