Redaksi Jakarta

Sekretaris BNPP Sampaikan Empat Strategi Pengembangan Wilayah Perbatasan

7 Feb 2022 - 106 View

Jakarta, RedaksiDaerah.com - Empat strategi pengembangan wilayah perbatasan sebagai upaya mengejar ketertinggalan masyarakat, kemiskinan diwilayah terisolir, dan kesenjangan antarnegara.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP)., Restuardy Daud saat memberi sambutan pada pembukaan gelaran pendidikan dan pelatihan (Diklat) Manajemen Strategi Penyelenggaraan Pembangunan bagi Camat di Wilayah Perbatasan Antarnegara, Senin (07/02/22). Kegiatan yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut berlangsung dari tanggal 7 hingga 11 Februari 2022.

Adapun empat strategi yang dimaksud Restuardy, yakni pertama, mempertegas pembangunan dan menjaga batas wilayah negara. Kedua, menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di kecamatan pada wilayah tertinggal dan terisolir.

Selain itu, ketiga, menyediakan infrastruktur permukiman yang layak huni, air bersih, listrik, serta tempat kegiatan usaha yang sesuai dengan sumber daya termasuk sarana transportasi. Keempat, melakukan pemberdayaan masyarakat untuk menanggulangi kemiskinan, dan terakhir meningkatkan sumber daya manusia dikawasan perbatasan.

Sementara itu, Kepala BPSDM Kemendagri., Teguh Setyabudi menuturkan, Diklat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dibidang kepamongprajaan bagi camat diwilayah perbatasan.

Dengan begitu, mereka diharapkan mampu menjalankan peran sebagai pemimpin, koordinator kepemerintahan, dan mediator masyarakat untuk mendukung optimalisasi penyelenggaraan pemerintah daerah, khususnya diwilayah perbatasan antarnegara, ucap Teguh.

Guna memberi pemahaman kepada para peserta, penyelenggara menghadirkan berbagai narasumber dengan beragam bidang, diantaranya pejabat struktural / fungsional dilingkungan Kemendagri, pejabat struktural dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, serta pakar praktisi/akademisi yang kompeten dibidangnya.

Diklat ini diikuti oleh 41 camat yang berada di wilayah perbatasan negara Indonesia. Seluruh peserta tersebut berasal dari 7 provinsi, yakni Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Reporter  :  Ashari

Editor       :  Rezky

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih