16 Agt 2025 - 243 View
Tanah Datar – RedaksiDaerah.com — Puluhan masyarakat menghadiri kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Tanah Datar, Yalpema Jurin, masa sidang II tahun 2025. Acara ini digelar pada Sabtu (16/8/2025) bertempat di rumah Ketua KAN Nagari Koto Tuo, Azwir Dt. Barabanso, di Jorong Koto Tuo, Kecamatan Sungai Tarab.
Reses tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, sekaligus forum silaturahmi antara wakil rakyat dengan konstituennya. Tercatat sekitar 80 orang hadir, mulai dari tokoh adat, tokoh perempuan, hingga perwakilan BPRN Nagari Koto Tuo.
Yalpema Jurin, legislator dari Fraksi PPP yang duduk di Komisi III DPRD Tanah Datar dari dapil IV, memimpin langsung kegiatan. Ia menegaskan pentingnya reses sebagai wadah komunikasi dua arah antara masyarakat dengan DPRD.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Walinagari Koto Tuo, Ismet Kht. Intan Ameh. Dalam sambutannya, Ismet menyampaikan kondisi anggaran Nagari Koto Tuo tahun 2025 yang mengalami efisiensi. Hal itu berdampak pada terbatasnya realisasi sejumlah program yang sudah tertuang dalam RPJM nagari.
Yalpema Jurin mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan kebutuhan nagari. Ia menekankan bahwa semua masukan akan dicatat untuk menjadi bahan perjuangan di DPRD. “Reses ini memang dirancang agar kita mendengar langsung suara masyarakat. Silakan sampaikan apa yang jadi prioritas nagari,” ujarnya.
Namun, Yalpema juga mengingatkan bahwa tahun 2025 ini DPRD Tanah Datar tidak memiliki anggaran Pokok Pikiran (Pokir). Menurutnya, kondisi itu menjadi hambatan bagi anggota DPRD untuk mengalokasikan langsung program aspirasi. “Mudah-mudahan di tahun 2026 nanti kita bisa perjuangkan kembali dana Pokir tersebut,” tambahnya.
Dalam sesi tanya jawab, berbagai aspirasi muncul dari masyarakat. Yusneli (55), tokoh Bundo Kanduang, menyampaikan kekecewaannya karena dana Rp10 juta yang pernah dijanjikan untuk organisasi Bundo Kanduang tahun lalu tidak terealisasi akibat efisiensi anggaran.
Sementara itu, Irwan Dt. Sanggunuang (56), tokoh masyarakat setempat, mempertanyakan peluang UMKM perorangan untuk bisa mengakses bantuan usaha. Menurutnya, dukungan terhadap UMKM sangat mendesak untuk mendorong ekonomi keluarga.
Menanggapi aspirasi tersebut, Yalpema menyebut adanya anggaran terbatas sebesar Rp15 juta yang sudah disiapkan tahun ini. Dana itu akan diarahkan untuk pembangunan pagar sekolah yang sudah empat tahun diajukan masyarakat Koto Tuo. “Alhamdulillah tahun 2025 ini bisa kita wujudkan, walau jumlahnya belum seberapa,” jelasnya.
Kehadiran masyarakat yang antusias menunjukkan besarnya harapan kepada wakil rakyat. Meski keterbatasan anggaran menjadi kendala utama, masyarakat tetap memanfaatkan momentum reses sebagai sarana menyuarakan kebutuhan nagari.
Acara yang berlangsung dengan penuh keakraban ini ditutup dengan doa bersama. Reses Yalpema Jurin di Nagari Koto Tuo berjalan tertib, lancar, dan diwarnai semangat kebersamaan untuk membangun nagari di tengah keterbatasan.
Reporter: Fernando
Editor: RD TE Sumbar
0
0
0
0
0
0