22 Mei 2022 - 186 View
Aceh Tamiang [Aceh], Sebanyak 35 Calon Guru Penggerak (CGP) di Kabupaten Aceh Tamiang mengikuti kegiatan Lokakarya Orientasi Pendidikan Guru Penggerak Angkatan V di Hotel Grand Arya Kecamatan Karang Baru, Sabtu (21/05/2022).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak - Kanak Pendidikan Luar Biasa (P4TK TKPLB) Kementerian Pendidikan, Kebudayan, Riset dan Teknologi ini bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil, SH, M.kn, melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan dr. Catur Haryati, MARS mengatakan Pendidikan Guru Penggerak merupakan kegiatan pengembangan profesi melalui pelatihan dan pendampingan yang terfokus kepemimpinan pembelajaran agar mampu mendorong tumbuh kembang peserta didik secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan Pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem Pendidikan untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila.
Lebih lanjut Bupati mengatakan " tujuan program ini adalah untuk memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan pedagogi kepada guru sehingga mampu menggerakkan komunitas belajar baik didalam maupun diluar satuan pendidikan serta berpotensi menjadi pemimpin Pendidikan yang dapat mewujudkan rasa nyaman dan kebahagian peserta didik ketika berada dilingkungan satuan pendidikan masing - masing".
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang Drs. Abdul Muthalib, menuturkan kegiatan lokakarya ini merupakan tahap ke V yang dilakoni oleh calon guru penggerak dimana Kegiatan lokakarya akan dilakukan selama 6 bulan ke depan sebagai syarat guru tersebut lolos sebagai guru penggerak.
Dari semua kabupaten/Kota yang ada di Aceh, Kabupaten Aceh tamiang menduduki posisi teratas dalam kegiatan ini, untuk itu para guru dapat mempertahankan prestasi ini baik untuk tingkat daerah maupun untuk skala nasional.
“dari proses seleksi yang sangat ketat harapannya semua guru yang ikut kegiatan lokakarya ini dapat lulus semua dan bisa melakukan perubahan untuk Aceh tamiang yang lebih baik lagi, mengingat ada guru - guru Aceh tamiang yang dipakai sebagai tutor baik untuk tingkat propinsi bahkan untuk tingkat nasional, sehingga guru yang lolos nanti akan mendapatkan sertifikasi guru penggerak,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Hadi Firmansyah, Spd mengatakan dengan terlaksananya lokakarya ini dapat menciptakan guru penggerak yang bisa membawa dampak besar terhadap dunia pendidikan ke depan. Yang mana, guru penggerak ini ditargetkan sebagai pemimpin pembelajaran di komunitasnya, baik untuk para siswa maupun untuk guru lainnya.
“Jadi guru penggerak di sini tidak hanya menguasai materi pelajaran saja tapi akan menggerakkan siswa dan guru lain yang kurang produktif yang bakal dibutuhkan di masanya mendatang,” terangnya.
Lebih jauh kabid GTK , menjelaskan ada 35 guru di Kabupaten Aceh Tamiang yang tercatat lolos sebagai calon guru penggerak yang terdiri dari guru TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.
Guru di Aceh Tamiang mempunyai antusias yang sangat tinggi untuk mendaftar menjadi guru penggerak.
“Antusias Guru di Aceh Tamiang untuk menjadi guru penggerak sangat tinggi, hal itu di lihat dari jumlah yang lolos mencapai 35 guru. Hal ini bisa terjadi, diperkirakan karena di kabupaten lain peminatnya masih sedikit, sehingga akhirnya Aceh Tamiang mendapatkan jumlah terbanyak dari Kabupaten lain,” ungkapnya.
Secara rinci, untuk guru yang telah lolos seleksi guru penggerak, Mulai dari TK terdiri 3 guru, SD 12 guru, SMP 14 guru, SMA 5 guru dan SMK 1 guru.
Pihaknya juga menyampaikan, sertifikat guru penggerak ini nantinya direncanakan akan menjadi salah satu langkah untuk mengangkat calon kepala sekolah. Menurut info dari Kementerian Pusat, seleksi dan diklat yang selama ini dijalankan untuk memilih kepala sekolah akan ditiadakan dan diganti lewat guru penggerak.
“Info dari Kementerian Pusat akan melihat bagaimana guru penggerak bisa menggerakkan komunitasnya, sehingga mereka dipandang siap sebagai calon kepala sekolah. Jadi ke depan akan diambil dari guru penggerak,” tutup Hadi.
(YS)
0
0
0
0
0
0