1 Jan 2022 - 307 View
Jakarta, RedaksiDaerah.com - Pemerintah Singapore melarang empat pemain Timnas Indonesia untuk bermain pada leg kedua babak final Piala AFF 2020 melawan Thailand karena melanggar aturan bubble. Keempat pemain tersebut adalah Elkan Baggot, Viktor Igbonefo, Rizky Dwi Febrianto dan Rizky Ridho.
Demikian dikatakan oleh Sekretaris Jenderal Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Sekjen PSSI)., Yunus Nusi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (01/01/22) malam.
Keduanya tidak dapat membela Timnas Indonesia ketika menghadapi Thailand pada Sabtu (1/1/22) pukul 19.30 WIB di National Stadium, Kallang, Singapore, ucap Yunus Nusi.
Pemerintah Singapore melalui Kepala Singapore Sport Institute, Su Chun Wei mengirimkan email kepada PSSI pada Jum'at (31/12/21) terkait pelanggaran aturan bubble oleh empat pemain itu.
Yunus Nusi mengungkapkan, bahwa keempat pemain Timnas Indonesia itu melanggar aturan bubble pada 23 Desember 2021 dan PSSI pun telah membayar denda.
"Kami tidak habis pikir dengan Pemerintah Singapore terkait kejadian ini. Kami sudah mendapatkan denda dari AFF karena empat pemain itu pada 23 Desember 2021," kata Yunus Nusi dalam keterangan tertulisnya.
"Kami sudah membayar denda itu. Kok sekarang secara mendadak mereka menghukum pemain dengan tidak boleh bermain melawan Thailand," jelas Yunus Nusi.
Yunus Nusi melihat keanehan dalam hukuman ini mengingat Rizky Ridho dan Elkan Baggott masih dapat bertanding ketika Timnas Indonesia kalah 0-4 dari Thailand pada pertemuan pertama partai final Piala AFF.
Yunus Nusi pun buka-bukaan terkait pelayanan Pemerintah Singapore dan panitia penyelenggara Piala AFF kepada Timnas Indonesia. Sejumlah kejadian mencoreng penerapan protokol kesehatan (prokes) bubble.
Selama di Singapore, Timnas Indonesia tidak mendapatkan makanan yang layak sesuai gizi dan porsi pemain. Selain itu, kasus Baggott yang harus menjalani karantina di Singapore setelah beberapa hari tiba dari Inggris.
Noda Konsep Bubble
Yunus Nusi juga menceritakan noda konsep bubble Piala AFF seperti Timnas Indonesia menginap selantai dan berinteraksi dengan tamu umum selama menetap di Hotel Orchard.
Selain itu, panitia penyelenggara Piala AFF diklaim juga tidak mengikuti konsep bubble seperti para peserta lainnya.
"Ini juga email dari Pemerintah Singapore tidak ada kop surat dan hanya ditulis badan email. Lalu dikirim malam hari jelang pergantian tahun. Apakah hal ini disengaja atau sesuai peraturan?" imbuh Yunus Nusi.
"PSSI tentu tidak akan berdiam diri. Timnas Indonesia banyak dirugikan selama gelaran Piala AFF di Singapore," tutur Yunus Nusi.
PSSI telah mengajukan banding kepada Pemerintah Singapore, namun belum mendapatkan jawaban resmi. Yunus Nusi mengaku juga intens berkomunikasi dengan Sekjen AFF, Winston Lee.
Kontributor : Muhammad Adiyaksa
Editor : Aron
0
0
0
0
0
0