3 Nov 2026 - 21 View
Tanah Datar, RedaksiDaerah.com — Kinerja pelaksanaan pembangunan sabodam sebagai bagian dari upaya mitigasi ancaman banjir bandang di Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, terus menunjukkan perkembangan. PT Subur-Berkah KSO selaku pelaksana proyek tidak hanya dituntut menyelesaikan konstruksi bernilai kontrak Rp249 miliar tersebut, tetapi juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat lokal dengan melibatkan sekitar 30 persen tenaga kerja dari Nagari Sungai Jambu.
Pembangunan yang mulai dilaksanakan pada pertengahan Januari 2026 itu kini telah mencapai progres fisik sekitar 33 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan pekerjaan di lapangan, sekaligus menempatkan aspek kualitas konstruksi, kepatuhan terhadap spesifikasi teknis, serta ketepatan pelaksanaan sebagai bagian penting yang harus terus dikawal hingga proyek rampung.
Keterlibatan tenaga kerja lokal bukan sekadar kebijakan perekrutan, melainkan bentuk kontribusi perusahaan terhadap masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembangunan. Langkah tersebut juga sejalan dengan semangat pemberdayaan masyarakat dan ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku, sepanjang pelaksanaannya memenuhi persyaratan serta mekanisme yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.
Hal itu disampaikan Priyono Setiawan, ST, selaku Kepala Proyek (Project Manager) PT Subur-Berkah KSO, saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Selasa (3/11/2026). Ia menjelaskan bahwa pelibatan masyarakat setempat merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membuka kesempatan kerja sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi secara langsung bagi warga sekitar proyek.
" Kami merekrut tenaga kerja lokal dengan tujuan memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya warga Nagari Sungai Jambu, untuk ikut terlibat dalam pembangunan sabodam ini. Selain pemberdayaan masyarakat, keterlibatan mereka juga menjadi bagian dari keterbukaan publik terhadap proses pembangunan yang sedang berlangsung," ungkap Priyono.
Dampak perekrutan tersebut turut dirasakan masyarakat setempat. Rahmad, salah seorang warga Nagari Sungai Jambu yang bekerja dalam proyek pembangunan sabodam, mengaku keberadaan proyek memberikan peluang ekonomi bagi warga. Menurutnya, keterlibatan sekitar 30 persen tenaga kerja lokal telah membantu membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran di nagari tersebut.
"Kami sebagai masyarakat Nagari Sungai Jambu sangat terbantu dengan adanya pembangunan sabodam ini. Warga mendapatkan kesempatan bekerja, sehingga bisa membantu perekonomian keluarga. Dengan keterlibatan tenaga kerja lokal, masyarakat juga ikut merasakan manfaat pembangunan yang berlangsung di nagari kami," ujarnya.
Di tengah pelaksanaan proyek, muncul pula sejumlah isu dan sorotan mengenai dugaan penggunaan material yang disebut-sebut tidak sesuai spesifikasi teknis. Menanggapi hal tersebut, aspek kualitas konstruksi menjadi perhatian penting yang perlu dijelaskan secara terbuka dan objektif. Perusahaan menyatakan proses pembangunan dapat dilihat langsung oleh masyarakat, sementara penilaian terhadap kesesuaian material dan mutu pekerjaan tetap harus mengacu pada dokumen kontrak, spesifikasi teknis, hasil pengujian, serta pengawasan pihak berwenang.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, Faizar Rahman, ST, menegaskan bahwa pelaksanaan pembangunan sabodam harus berjalan berdasarkan mekanisme, prosedur, dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia juga mengimbau masyarakat agar setiap dugaan penyimpangan maupun temuan di lapangan disampaikan melalui saluran yang tepat agar dapat diklarifikasi dan ditindaklanjuti secara profesional, bukan berkembang menjadi informasi yang tidak terverifikasi.
Faizar menambahkan, BWS Sumatera V tetap melakukan pengawasan terhadap jalannya pembangunan untuk memastikan pekerjaan memenuhi prinsip tepat mutu, tepat waktu, dan tepat guna. Pengawasan tersebut menjadi elemen penting, terutama karena sabodam memiliki fungsi strategis dalam pengendalian aliran material banjir, pengurangan risiko bencana, serta perlindungan masyarakat di kawasan rawan banjir bandang.
Dengan nilai kontrak mencapai Rp249 miliar dan progres fisik yang saat ini dilaporkan mencapai 33 persen, pembangunan sabodam Sungai Jambu tidak cukup hanya dinilai dari kecepatan penyelesaian pekerjaan. Kualitas konstruksi, kesesuaian material dengan spesifikasi, transparansi pelaksanaan, serta efektivitas fungsi bangunan harus menjadi ukuran utama keberhasilan proyek. Publik berhak memperoleh informasi, sementara perusahaan dan pihak pengawas berkewajiban memastikan setiap tahapan pembangunan dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.
-------------------
Reporter: Fernando Stroom
Editor: RD TE Sumbar
Sumber: Liputan
0
0
0
0
0
0