Redaksi Sumbar

Ilustrasi kartun yang menggambarkan praktik dugaan suap antara pengusaha tambang emas ilegal dan seorang oknum wartawan berinisial W di lokasi tambang emas ilegal di Kabupaten Sijunjung. Di latar belakang tampak alat berat jenis excavator yang terus beroperasi mengeruk tanah, sementara uang “koordinasi” diserahkan sebagai upaya membungkam pemberitaan.

Tambang Ilegal Jalan Terus, Oknum Wartawan Diduga Terima ‘Upeti’

9 Mar 2026 - 12 View

Ilustrasi kartun yang menggambarkan praktik dugaan suap antara pengusaha tambang emas ilegal dan seorang oknum wartawan berinisial W di lokasi tambang emas ilegal di Kabupaten Sijunjung. Di latar belakang tampak alat berat jenis excavator yang terus beroperasi mengeruk tanah, sementara uang “koordinasi” diserahkan sebagai upaya membungkam pemberitaan.

Sijunjung, RedaksiDaerah.com — Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di sejumlah wilayah Kabupaten Sijunjung dilaporkan semakin marak, bahkan selama bulan Ramadan. Di tengah larangan hukum dan ancaman kerusakan lingkungan, mesin-mesin dompeng dan alat berat diduga tetap bekerja hampir tanpa jeda di beberapa titik lokasi tambang.

 

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas tambang ilegal tersebut tidak lagi bersifat sembunyi-sembunyi. Beberapa lokasi bahkan disebut beroperasi secara terbuka dengan menggunakan alat berat jenis excavator yang diduga disewa oleh para pengusaha tambang.

 

Sejumlah sumber menyebutkan satu unit excavator dapat disewakan hingga sekitar Rp150 juta untuk penggunaan sekitar 100 jam kerja. Nilai tersebut menggambarkan bahwa praktik PETI di wilayah ini bukan lagi sekadar aktivitas tradisional, melainkan telah berkembang menjadi bisnis bernilai besar.

 

Di balik aktivitas tambang tersebut, muncul dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang diduga memberikan perlindungan agar operasi PETI tetap berjalan. Dugaan ini mencuat setelah beberapa sumber menyebut adanya aliran dana dari para pengusaha tambang kepada pihak-pihak tertentu setiap bulannya.

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan para pengusaha PETI diduga menyisihkan dana puluhan juta rupiah per bulan. Dana itu disebut-sebut digunakan untuk mengantisipasi munculnya pemberitaan negatif di sejumlah media mengenai aktivitas tambang emas ilegal tersebut.

 

Tak hanya itu, dugaan keterlibatan oknum wartawan juga mulai menjadi perbincangan di kalangan masyarakat dan sesama jurnalis di daerah tersebut. Oknum wartawan tersebut diduga berperan sebagai pihak yang “mengamankan” informasi agar aktivitas tambang ilegal tidak menjadi sorotan luas.

 

Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada seorang wartawan berinisial W, yang disebut-sebut mengetahui aktivitas tersebut, yang bersangkutan memilih bungkam dan tidak memberikan tanggapan apa pun hingga berita ini disusun.

 

Sementara itu, seorang wartawan nasional yang enggan disebutkan namanya mengaku pernah mendengar adanya koordinasi tertentu terkait pemberitaan tambang emas di wilayah tersebut.

“Lebih baik hubungi koordinator wartawan, W, dulu untuk dikonfirmasi. Dia orang kepercayaannya para pengusaha PETI di Kabupaten Sijunjung,” ujarnya kepada wartawan.

 

Ia juga menyinggung bahwa sebagian pihak bahkan berharap agar pemberitaan terkait tambang emas ilegal tersebut tidak sampai dipublikasikan. “Kalau bisa jangan sampai terbit berita tentang tambang emas di Sijunjung ini. Pengusaha sudah banyak mengeluarkan uang,” ungkapnya.

 

Dari hasil penelusuran dan pantauan lapangan, muncul dugaan adanya hubungan tidak sehat antara sebagian oknum aparat penegak hukum dan beberapa oknum wartawan dalam memback-up aktivitas PETI di wilayah tersebut. Dugaan ini tentu membutuhkan klarifikasi dan penelusuran lebih lanjut dari pihak berwenang.

 

Masyarakat kini menunggu langkah tegas aparat terkait untuk memastikan bahwa hukum benar-benar ditegakkan. Sebab jika praktik tambang ilegal ini terus dibiarkan, bukan hanya lingkungan yang menjadi korban, tetapi juga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum dan integritas dunia pers..

----

Reporter: Tim Redaksi 

Editor: RD TE Sumbar 

Sumber: Liputan Investigasi 

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih