8 Sep 2025 - 1007 View
Tanah Datar — RedaksiDaerah.com — Isu penyelewengan bantuan beras untuk keluarga miskin di Nagari Koto Tuo, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar semakin panas. Kali ini, giliran Anggota DPRD Kabupaten Tanah Datar, Indra Gunalan dari Fraksi PKB yang juga duduk di Komisi III, angkat bicara keras menyoroti dugaan praktik yang mencederai keadilan bagi masyarakat kecil tersebut.
Dalam keterangannya kepada awak media di ruang Fraksi PKB, Senin (8/9/2025), Indra Gunalan menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa tinggal diam melihat adanya kabar kuat soal penyaluran bantuan beras yang tidak tepat sasaran. “Ini menyangkut hak masyarakat miskin. Kalau ada dugaan penyelewengan, maka kita harus serius mengusutnya,” tegasnya dengan suara lantang.
Indra menilai bahwa penyaluran bantuan sosial, khususnya beras untuk keluarga kurang mampu, seharusnya menjadi prioritas pemerintah nagari tanpa ada permainan atau intervensi pihak-pihak tertentu. Menurutnya, jika benar ada manipulasi, maka ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat.
Lebih jauh, politisi PKB itu menegaskan bahwa Komisi III DPRD Tanah Datar siap mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia menekankan perlunya audit dan investigasi mendalam, agar bantuan benar-benar jatuh ke tangan yang berhak, bukan justru menguntungkan kelompok tertentu.
“Beras untuk rakyat miskin jangan sampai berubah arah. Kalau benar ada oknum yang bermain, DPRD tidak akan tinggal diam. Kita akan desak pemerintah daerah, bahkan aparat hukum, untuk turun tangan,” tambah Indra dengan nada penuh penekanan.
Indra Gunalan juga mengingatkan bahwa program bantuan beras merupakan bagian dari kebijakan nasional yang bertujuan menekan angka kemiskinan dan memastikan rakyat kecil tidak kelaparan. Karena itu, bila di tingkat nagari masih terjadi praktik penyelewengan, maka tujuan program tersebut otomatis gagal tercapai.
Menurutnya, kepercayaan publik terhadap pemerintah nagari maupun daerah bisa runtuh jika kasus seperti ini dibiarkan berlarut-larut. Ia meminta agar para tokoh masyarakat ikut bersuara dan tidak takut melaporkan bila menemukan bukti nyata terkait penyalahgunaan bantuan.
“Ini bukan persoalan kecil. Ini menyangkut perut rakyat. Kalau kita diam, sama saja kita ikut membiarkan kemiskinan semakin dalam. Saya minta semua pihak yang terkait segera buka data dan transparan,” tegas Indra.
Dugaan penyelewengan bantuan beras di Nagari Koto Tuo memang sudah menjadi bisik-bisik hangat di tengah masyarakat. Banyak warga menilai distribusi beras tidak merata dan terkesan hanya menguntungkan orang-orang dekat pemerintahan nagari. Hal inilah yang memicu kekecewaan dan protes warga.
Dengan suara keras yang dilontarkan Indra Gunalan ini, publik kini menanti langkah nyata dari DPRD Tanah Datar dan aparat penegak hukum. Apakah kasus dugaan penyelewengan beras miskin di Nagari Koto Tuo akan dibongkar terang-benderang, atau justru tenggelam ditelan waktu, masih menjadi tanda tanya besar.
---
Reporter: Fernando
Editor: RD TE Sumbar
1
0
0
0
0
0