Redaksi Jatim

Podcast KSK Indonesia bersama Ketua Yayasan Al-Munir Utsman di Malang Creative Center (MCC) lantai 2, Kota Malang, pada Minggu, 17 Mei 2026. Foto: Ana

Podcast Suara Kebaikan: Angkat Perjalanan Pondok Pesantren Anak Yatim dan Duafa Miftahul Munir

17 Mei 2026 - 8 View

Podcast KSK Indonesia bersama Ketua Yayasan Al-Munir Utsman di Malang Creative Center (MCC) lantai 2, Kota Malang, pada Minggu, 17 Mei 2026. Foto: Ana

Podcast Suara Kebaikan: Angkat Perjalanan Pondok Pesantren Anak Yatim dan Duafa Miftahul Munir

Podcast KSK Indonesia bertajuk “Suara Kebaikan” sukses digelar di Malang Creative Center (MCC) lantai 2, Kota Malang, pada Minggu, 17 Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Utsman selaku Ketua Yayasan Al-Munir yang membahas perjalanan, tantangan, hingga harapan besar bagi Pondok Pesantren Anak Yatim dan Duafa Miftahul Munir.

Dalam sesi podcast, Utsman menjelaskan bahwa, berdirinya Yayasan Al-Munir dilatarbelakangi oleh kepedulian terhadap pendidikan dan pembinaan anak-anak, khususnya mereka yang membutuhkan lingkungan pendidikan berbasis agama dan karakter.

“Awalnya kami ingin menghadirkan tempat yang bukan hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membentuk akhlak dan masa depan anak-anak agar lebih baik,” ujar pria lima anak itu.

Ia juga menceritakan perkembangan pondok pesantren dari masa awal berdiri hingga saat ini. Menurutnya, perjalanan yayasan tidak selalu berjalan mudah. Keterbatasan fasilitas, pendanaan, hingga kebutuhan operasional menjadi tantangan terbesar yang pernah dihadapi.

Namun, berkat dukungan masyarakat dan para donatur, Pondok Pesnatren Yatim Piatu dan Duafa Miftahul Munir terus berkembang dan mampu memberikan pendidikan yang lebih layak bagi para santri.

Dalam kesehariannya, anak-anak di pondok menjalani aktivitas yang terjadwal mulai dari belajar agama, sekolah formal, mengaji, hingga pembinaan karakter dan kedisiplinan. Program pendidikan yang diberikan pun mencakup pendidikan agama seperti tahfidz, fiqih, dan akhlak, serta pendidikan umum untuk menunjang masa depan para santri.

Utsman menegaskan bahwa, pembinaan karakter menjadi salah satu fokus utama yayasan. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, dan kemandirian terus ditanamkan kepada anak-anak dalam kehidupan sehari-hari di pondok pesantren.

Selain itu, ia juga menyampaikan pentingnya peran donatur dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan pondok pesantren. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi besar untuk terus memberikan pelayanan pendidikan dan pembinaan bagi anak-anak.

“Tanpa dukungan masyarakat dan para donatur, tentu perjalanan ini tidak akan mudah. Kami sangat bersyukur karena masih banyak orang yang peduli terhadap pendidikan anak-anak di pondok,” katanya.

Ke depan, Yayasan Al-Munir berharap Pondok Pesnatren Anak Yatim Piatu dan Duafa Miftahul Munir yang beralamat di Jl. Kauman Kalipare, Kalipare, Kabupaten Malang dapat terus berkembang, memiliki fasilitas lebih baik, serta mampu mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam podcast tersebut, Utsman juga memaknai “suara kebaikan” sebagai ajakan untuk terus menebarkan hal positif kepada sesama, sekecil apa pun bentuknya.

Ia menyampaikan pesan kepada para pendengar agar tidak pernah lelah membantu dan peduli terhadap sesama. “Sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan, akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Founder KSK Indonesia, Siana, menyampaikan bahwa, melalui podcast Suara Kebaikan, pihaknya ingin menghadirkan ruang berbagi inspirasi dan membuka lebih banyak kepedulian masyarakat terhadap sesama. “Kisah perjuangan Yayasan Al-Munir menjadi bukti bahwa kebaikan bisa tumbuh dari kepedulian kecil yang dilakukan secara konsisten,” ujar Ana sapaan akrabnya.

Ia juga berharap kegiatan podcast tersebut dapat menjadi jembatan kolaborasi antara komunitas sosial, lembaga pendidikan, dan masyarakat luas untuk bersama-sama mendukung masa depan anak-anak yatim dan duafa.

“Harapannya, semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut membantu, baik melalui doa, dukungan moral, maupun kontribusi nyata bagi keberlangsungan pendidikan anak-anak di pondok pesantren,” tambahnya.

Reporter: Ana
Editor: RD TE Jatim

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih