Redaksi Jatim

Podcast inspiratif bersama Adine Anindya Dahayu pendongeng SD Negeri Sempalwadak di Malang Creative Center (MCC), pada Minggu, 11 Oktober 2026. Foto: Ana

Podcast Inspiratif: Angkat Kisah Adine Anindya Dahayu, Pendongeng Cilik Berprestasi

11 Okt 2026 - 27 View

Podcast inspiratif bersama Adine Anindya Dahayu pendongeng SD Negeri Sempalwadak di Malang Creative Center (MCC), pada Minggu, 11 Oktober 2026. Foto: Ana

Malang, Redaksidaerah.com - KSK Indonesia kembali menghadirkan podcast inspiratif dengan mengangkat kisah seorang anak berbakat dalam dunia mendongeng. Kegiatan ini digelar pada Minggu, 11 Oktober 2026, bertempat di Ruang Podcast Lantai 2 Malang Creative Center (MCC), Kota Malang.

Podcast kali ini menghadirkan Adine Anindya Dahayu, yang akrab disapa Dayu, seorang siswi SD Negeri Sempalwadak yang memiliki bakat dan prestasi dalam bidang mendongeng. Dalam kesempatan tersebut, Dayu didampingi ayahnya, Daniel Virgiawan, S.Pd, seorang tenaga pendidik di SMP Negeri 1 Bululawang, Kabupaten Malang.

Melalui perbincangan yang hangat dan penuh inspirasi, Dayu membagikan perjalanan awalnya mengenal dunia mendongeng, pengalaman mengikuti perlombaan, tantangan yang dihadapi, hingga dukungan keluarga dan sekolah dalam mengembangkan bakatnya.

Dalam perbincangan tersebut, Dayu mengungkapkan bahwa, ketertarikannya terhadap dunia mendongeng mulai tumbuh ketika duduk di bangku kelas IV sekolah dasar.

Awalnya, Dayu mendapat kesempatan mewakili sekolah untuk mengikuti perlombaan mendongeng. Kesempatan tersebut menjadi titik awal dirinya belajar dan mendalami seni bercerita. Seiring berjalannya waktu, ketertarikan Dayu semakin besar, terutama setelah berhasil meraih Juara 1 Lomba Mendongeng FLS2N.

Menurut Dayu, mendongeng merupakan kegiatan yang menarik sekaligus menantang. Melalui kegiatan tersebut, dirinya dapat mengembangkan keberanian, kreativitas, serta kemampuan mengekspresikan berbagai karakter dalam sebuah cerita.

Prestasi yang berhasil diraih menjadi motivasi tersendiri bagi Dayu untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuannya. Menjadi pendongeng di usia sekolah tentu memiliki tantangan tersendiri. Dayu mengaku masih kerap merasakan gugup ketika harus tampil di hadapan banyak orang.

Namun, rasa gugup tersebut tidak membuatnya menyerah. Ia berusaha mengatasinya dengan bersikap tenang dan terus berlatih.

Bagi Dayu, keberanian tampil di depan umum merupakan kemampuan yang perlu dibangun secara bertahap melalui pengalaman dan latihan yang konsisten.

Dalam mengembangkan kemampuan mendongeng, Dayu juga memanfaatkan media digital sebagai sarana belajar. Ia sering menonton video dongeng melalui platform online untuk mendapatkan inspirasi cerita sekaligus mempelajari cara berekspresi. Menariknya, Dayu lebih menyukai cerita karangan sendiri dibandingkan jenis dongeng lainnya.

Menurutnya, cerita hasil karangan sendiri memberikan kebebasan lebih besar untuk mengekspresikan karakter, emosi, dan jalan cerita sesuai dengan kreativitasnya. Dayu juga merasakan kebahagiaan tersendiri ketika melihat penonton tertawa, tersenyum, atau terhibur saat mendengarkan dongeng yang dibawakannya.

Baginya, kemampuan memerankan berbagai karakter menjadi salah satu bagian paling menyenangkan dalam kegiatan mendongeng. Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, Dayu menilai kegiatan mendongeng memiliki manfaat penting bagi anak-anak.

Menurutnya, mendongeng dapat menjadi salah satu kegiatan positif untuk mengurangi kebiasaan anak-anak menghabiskan waktu bermain gadget. Melalui dongeng, anak-anak tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga dapat mengembangkan imajinasi, kreativitas, kemampuan berbahasa, serta memahami nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam cerita.

Dayu juga berpandangan bahwa, media digital dapat membantu seseorang mengembangkan bakat mendongeng, terutama sebagai sarana mempelajari ekspresi dan teknik bercerita.

Meski demikian, ia merasakan adanya perbedaan yang sangat besar antara mendengarkan dongeng secara langsung dan menyaksikan cerita melalui layar. Interaksi langsung dengan pendengar memberikan pengalaman tersendiri bagi seorang pendongeng, terutama ketika dapat melihat respons dan ekspresi penonton secara nyata.

Di balik perjalanan Dayu mengembangkan bakat mendongeng, terdapat dukungan besar dari keluarga, khususnya kedua orang tuanya.

Dayu mengungkapkan bahwa, orang tua merupakan sosok yang paling berperan dalam memberikan semangat dan motivasi agar dirinya terus mengembangkan kemampuan. Selain keluarga, dukungan juga datang dari para guru dan teman-temannya di SD Negeri Sempalwadak.

Menurut Dayu, lingkungan sekolah sangat mendukung kegiatan mendongeng yang ditekuninya. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membuat Dayu semakin percaya diri untuk mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan.

Meskipun aktif mengembangkan bakat, Dayu tetap berusaha menjaga keseimbangan antara kewajiban belajar dan kegiatan mendongeng.

Ia menjelaskan bahwa, latihan mendongeng dilakukan di luar jam sekolah, dengan jadwal latihan sekitar satu kali dalam seminggu.

Dengan demikian, kegiatan mengembangkan bakat tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan pendidikan formal. Hal menarik lainnya terungkap ketika Dayu ditanya mengenai cita-citanya pada masa depan.

Meskipun memiliki kemampuan dan prestasi dalam bidang mendongeng, Dayu ternyata memiliki cita-cita menjadi seorang dokter. Hal tersebut menunjukkan bahwa, bakat dan cita-cita tidak harus selalu berada dalam bidang yang sama.

Kemampuan mendongeng yang dimiliki Dayu dapat menjadi bekal berharga untuk mengembangkan rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, dan keberanian dalam meraih impiannya.

Kepada teman-teman seusianya yang ingin belajar mendongeng tetapi masih merasa malu tampil di depan umum, Dayu memberikan pesan sederhana namun penuh makna.

"Jangan takut untuk mencoba, terus berlatih dan terus berusaha," pesan Dayu.

Ia meyakini bahwa, kemauan untuk belajar dan tidak mudah menyerah menjadi bagian penting dalam mengembangkan kemampuan serta meraih prestasi.

Dalam kesempatan yang sama, ayah Dayu, Daniel, turut menyampaikan pesan motivasi kepada anak-anak dan para orang tua.

Sebagai seorang pendidik sekaligus orang tua, Daniel menekankan pentingnya keberanian untuk memiliki cita-cita serta kesungguhan dalam memperjuangkannya.

"Raihlah mimpi, jangan takut untuk bermimpi. Bawa mimpi-mimpi itu dalam doa, latihlah mimpi itu sehingga kamu bisa meraih cita-citamu," pesan Daniel.

Menurutnya, setiap anak memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam mengenali, mendampingi, dan memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan bakatnya.

Daniel juga berpesan, agar orang tua mampu menciptakan suasana yang nyaman bagi anak sehingga mereka merasa aman dan percaya diri dalam mengeksplorasi kemampuan yang dimiliki.

"Berikanlah kenyamanan untuk anak. Apabila anak kita memiliki bakat di salah satu bidang, silakan didukung sehingga anaknya bisa berprestasi," ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan anak tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pribadi, tetapi juga oleh dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan.

Melalui kisah perjalanan Dayu, masyarakat diajak memahami bahwa prestasi dapat dimulai dari kesempatan sederhana, seperti mengikuti kegiatan sekolah, mencoba pengalaman baru, dan berani tampil di hadapan orang lain.

Bakat anak akan semakin berkembang ketika mendapatkan kesempatan, pendampingan, serta dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Sebab, setiap anak memiliki kesempatan untuk berprestasi, selama diberikan ruang untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi terbaiknya.

Reporter: Ana 

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih