Redaksi Sumbar

Walinagari Pasie Laweh, Hidayat, S.Pd, M.Pd menandatangani prasasti Tugu Galodo sebagai simbol kebangkitan dan doa bersama masyarakat.

Tugu Galodo Diresmikan di Pasie Laweh, Air Mata Keluarga Korban 1979 Pecah di Tengah Pesta Rakyat

30 Agt 2025 - 571 View

Walinagari Pasie Laweh, Hidayat, S.Pd, M.Pd menandatangani prasasti Tugu Galodo sebagai simbol kebangkitan dan doa bersama masyarakat.

Tanah DatarRedaksiDaerah.com — Suasana penuh haru sekaligus semarak menyelimuti lapangan Balai Selasa, Jorong Babussalam, Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, pada Sabtu (30/8/2025). Ribuan warga tumpah ruah menghadiri Pesta Rakyat dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-80 yang dirangkaikan dengan peresmian Tugu dan Galeri Foto Galodo.

 

Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Walinagari Pasie Laweh, Hidayat, S.Pd, M.Pd. Acara yang digelar sejak pagi ini menjadi catatan penting dalam sejarah Nagari Pasie Laweh, karena selain bernuansa hiburan rakyat juga sarat makna akan sejarah kelam bencana galodo 1979 yang menelan banyak korban jiwa.

 

Pembukaan acara ditandai dengan penampilan tarian tradisional marawa yang dipadukan dengan atraksi silek galombang dari Sanggar Seni Lereng Marapi Nagari Pasie Laweh. Perpaduan seni tersebut mencerminkan semangat masyarakat dalam menjaga adat dan budaya di tengah derasnya arus modernisasi.

 

Dalam sambutannya, Walinagari Pasie Laweh, Hidayat, menegaskan bahwa tema acara, “Pasie Laweh Bangkit: Dari Duka Menjadi Doa dan Karya”, bukanlah sekadar slogan. Menurutnya, tema ini adalah narasi besar perjalanan masyarakat dari titik terendah akibat bencana menuju puncak harapan baru yang harus terus dipupuk di setiap lini kehidupan.

 

“Tema ini kita jadikan ruh dalam setiap kegiatan, baik sosial, budaya, pendidikan maupun ekonomi. Masyarakat Pasie Laweh harus terus berkarya dan tidak pernah menyerah,” ujar Hidayat penuh semangat di hadapan tamu undangan dan ribuan warga.

 

Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi momentum berharga untuk mempertemukan kembali keluarga korban pasca galodo 1979 yang telah lama terpisah. “Ajang ini adalah wadah silaturahmi yang sudah puluhan tahun terputus. Hari ini kita dipertemukan kembali dalam suasana kebersamaan,” tambahnya.

 

Tak lupa, Hidayat menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Nagari Pasie Laweh serta para perantau yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pasie Laweh (IKAPASLA) atas kontribusi besar mereka dalam menyukseskan acara tersebut.

 

Anggota DPRD Tanah Datar yang juga putra asli Nagari Pasie Laweh, Yalpema Jurin, turut hadir dan memberikan sambutan. Ia menyebut peresmian tugu dan galeri ini sebagai langkah penting untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat agar tragedi 1979 tidak terlupakan, sekaligus sebagai pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana.

 

Sementara itu, tokoh masyarakat Nagari Pasie Laweh, Drs. Yuhardi yang juga Sekretaris DPRD Tanah Datar, menilai kegiatan ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan bukti nyata bahwa masyarakat Pasie Laweh mampu bangkit dan bersatu untuk membangun kembali sejarah mereka.

 

Momen penuh haru terlihat ketika keluarga korban galodo dari berbagai daerah hadir, termasuk Desmawarni (67), warga Sitiung 3, Kabupaten Dharmasraya. Orang tua perempuannya, Darama, menjadi salah satu korban dalam peristiwa tragis tersebut. Kehadirannya bersama rombongan keluarga korban lain menjadi bukti betapa erat ikatan emosional masyarakat terhadap sejarah kelam itu.

 

Saat diwawancarai, Desmawarni mengaku terharu sekaligus bangga atas terwujudnya Tugu dan Galeri Foto Galodo ini. “Bagi kami, ini bukan sekadar tugu, tapi simbol pengingat akan orang-orang tercinta yang menjadi korban. Kami sangat mendukung kegiatan ini,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

 

Ia menambahkan, lebih kurang 100 kepala keluarga dari Sitiung 3, Dharmasraya, serta Muaro Sakai, Pesisir Selatan, hadir dalam acara ini. Menurutnya, dukungan besar dari keluarga korban di perantauan menunjukkan bahwa memori bencana 1979 tetap hidup dan menjadi ikatan yang memperkuat kebersamaan.

 

Sebagai bentuk komitmen, Walinagari Hidayat menandatangani prasasti Tugu Galodo yang berdiri megah di Pasie Laweh. Prasasti tersebut menjadi simbol kebangkitan, doa, dan karya bersama masyarakat.

 

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Camat Sungai Tarab, Kapolsek Sungai Tarab, Danramil 10 Sungai Tarab, para walinagari se-Kecamatan Sungai Tarab, Ketua BPRN beserta anggota, Ketua KAN Nagari Pasie Laweh, serta masyarakat perantau. Kehadiran mereka semakin menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan bernilai sejarah ini.

 

Dengan rampungnya peresmian Tugu dan Galeri Foto Galodo, masyarakat berharap generasi muda Pasie Laweh akan selalu mengenang peristiwa kelam 1979, bukan untuk meratapi, melainkan menjadikannya pelajaran berharga dalam membangun masa depan nagari yang lebih tangguh dan berdaya.

 

---

Reporter : Fernando 

Editor : RD TE Sumbar 

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih