2 Jan 2022 - 466 View
Padang, RedaksiDaerah.com - Awal-awal kepemimpinan pasangan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Audy bermacam-macam serangan politik dari pihak-pihak yang diduga merasa kalah dalam kontestasi Pilkada. Isu-isu memojokan atau menyalahkan Gubernur Sumbar selalu dihembuskan.
"Alhamdulillah, isu tersebut tidak berdasar, tidak bisa dibuktikan kecuali hanya opini-opini, isu hoax politik "palanta" melalui serangan pihak yang menjadi oposan dalam kebijakan Gubernur Sumbar. Wajar banyak politisi yang galau dilintas partai karena Mahyeldi sekarang selalu hadir ditengah masyarakat dengan progulnya," ungkap Yohanews Wempi.
Yohanes Wempi menilai, isu "Ring 1 Gubernur Sumbar menguasai proyek" adalah hoax.
Ini sangat jauh panggang dari pada api. Mantan anggota DPRD Kabupaten Padang Pariman dari Fraksi PKS itu menyakini pihak OPD Sumbar sangat profesional, ucap Yohanes Wempi, Minggu (02/01/22).
Apalagi OPD sekarang masih produk kebijakan Gubernur Sumbar periode 2015-2020 yang lama terkenal profesional dan kehati-hatiannya. Mereka memenangkan rekanan, atau perusahan pelaksana proyek sudah melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa yang benar, sudah ada standar elektronik pelelangan (LPSE) yang tidak bisa dicampuri secara politik.
"Adapun putus kontrak setiap pengerjaan itu hal wajar, biasa dalam setiap pengerjaan proyek karena mekanisme aturan atau undang-undang proyek membolehkan OPD mengambil langkah tersebut, bukan hal yang bermasalah," sebut Yohanes Wempi.
Harusnya, mengapa perusahaan putus kontrak ini yang dikaji oleh anggota dewan yang terhormat. Jangan-jangan paska pandemic Covid-19 banyak pengusaha yang bangkrut. Sehingga tidak bisa sangup memodali proyek, bank daerah pun tidak bersedia membiayai, banyak faktor kemanusiaan yang perlu digali oleh Anggota DPRD, terang Yohanes Wempi.
Namun yang namanya pemilu 2024 sudah dekat, kontestasi berkuasa akan kembali dilaksanakan. Menurut senior HIPMI Sumbar tersebut latar belakang itu akhirnya politik Sumbar selama 2021 selalu gaduh. Semua yang terjadi Gubernur Sumbar yang salah, cetus Yohanes Wempi.
"Wajar kegaduhan politik Sumbar ini tercipta, atau sengaja diciptakan dikarenakan mereka khawatir kader PKS-PPP yang memimpin sekarang banyak membuat trobosan, prestasi. Khawatir publik selalu berpihak kepada Mahyeldi-Audy," sindir Yohanes Wempi.
Politik Sumbar yang gaduh di tahun 2021, menurutnya akan terulang lagi ditahun 2022, akan lebih gaduh lagi di tahun 2023, akan lebih parah gaduh ditahun 2024. "Kita bisa saksikan nanti," kata Yohanes Wempi.
Yohanes Wempi memprediksi makin mendekati Pemilu, akan semakin besar kegaduhan, hoax akan semakin berseliweran. Ia juga meyakini, kegaduhan sengaja dibuat lawan politik.
Reporter : Edi Putra
Editor : Hendra Putra
2
1
0
0
0
0