22 Feb 2026 - 22 View
Tanah Datar, RedaksiDaerah.com — Ketika sebagian warga bersiap menjemput sahur dengan doa dan ketenangan, sirene patroli justru lebih dulu memecah sunyi malam. Polres Tanah Datar kembali turun tangan. Sabtu malam (21/2/2026) pukul 22.00 WIB hingga Minggu dini hari, puluhan motor remaja yang ugal-ugalan dan berknalpot brong digiring dalam operasi Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Ramadan, bagi kepolisian, bukan ruang kompromi bagi pelanggaran.
Operasi dipimpin langsung Kasat Samapta AKP Irwan Ali, SH, MH. Puluhan personel gabungan disebar menyisir titik-titik yang selama ini dikenal sebagai arena “pamer suara” dan adu nyali anak di bawah umur. Targetnya jelas: balap liar, knalpot brong, motor tanpa pelat nomor, dan segala bentuk pelanggaran yang mengancam keselamatan.
Tiga lokasi strategis menjadi fokus pengawasan: Lapangan Cindua Mato, jalan dua jalur depan Kantor Bupati Pagaruyung, serta ruas Jalan Raya Batusangkar–Sungai Tarab di sekitar kawasan Pondok Flora. Titik-titik ini kerap berubah fungsi jelang sahur—dari ruang publik menjadi lintasan liar.
AKP Irwan Ali menegaskan, KRYD bukan sekadar aksi tilang. Ini adalah pesan tegas bahwa kekhusyukan Ramadan harus dijaga. “Kami ingin masyarakat beribadah tanpa terganggu kebisingan knalpot brong, tanpa ancaman balap liar, tanpa risiko kecelakaan yang seharusnya bisa dicegah,” ujarnya lugas.
Pendekatan yang ditempuh, kata dia, tetap proporsional. Ada penindakan, ada pula edukasi. Remaja yang terjaring diberikan pembinaan, sementara kendaraan yang melanggar langsung diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Kepolisian ingin memberi efek jera tanpa menutup ruang pembelajaran.
Kapolres Tanah Datar, Nur Ichsan Dwi Septiyanto melalui Kasatlantas AKP Andri Perkasa menambahkan, knalpot brong bukan sekadar bising. Ia kerap menjadi pintu masuk pelanggaran lain—mulai dari tidak adanya pelat nomor hingga aksi kebut-kebutan yang membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain.
“Balap liar bukan adu cepat, tapi adu nasib. Yang dipertaruhkan bukan hanya mesin, tapi nyawa,” tegas AKP Andri Perkasa. Ia menekankan bahwa penindakan dilakukan tanpa pandang bulu, termasuk terhadap pengendara di bawah umur yang jelas melanggar ketentuan berkendara.
Hasilnya, puluhan kendaraan roda dua diamankan dalam operasi tersebut. Sebagian besar menggunakan knalpot brong dan tidak dilengkapi dokumen sah. Proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku, sementara orang tua para remaja turut dipanggil untuk diberikan pemahaman.
Fenomena ini bukan cerita baru setiap Ramadan. Menjelang sahur, sebagian remaja justru menjadikan jalan raya sebagai panggung eksistensi. Namun aparat memastikan, ruang publik bukan arena uji adrenalin. Jalan raya adalah fasilitas bersama, bukan milik segelintir pencari sensasi.
Polres Tanah Datar memastikan KRYD akan terus digelar secara berkala sepanjang Ramadan. Pesannya tegas dan tanpa basa-basi: bulan suci harus berjalan aman, tertib, dan bermartabat. Jika masih ada yang nekat memelintir gas di tengah malam, bersiaplah—petugas sudah lebih dulu siaga di tikungan.
-----
Reporter: Fernando
Editor: RD TE Sumbar
Sumber: Liputan
0
0
0
0
0
0