10 Sep 2021 - 187 View
REDAKSIDAERAH.COM - Menteri Sosial (Mensos) Risma baru-baru ini membongkar kasus korupsi lagi di Jember, Bandung, dan Riau. Risma mengungkap bahwa Bansos untuk 8000 orang di Jember, 5000 orang di Bandung, Riau dan banyak kota lagi sengaja ditahan / tidak disalurkan oleh pihak Bank dan Pejabat Daerah agar Bansos hangus dan pihak bank juga mendapat keuntungan "bunga".
Seperti dikatakan oleh Mensos Risma, penahanan/penundaan pencairan anggaran Bansos yang sering dilakukan oleh Kepala Daerah sebetulnya juga merupakan suatu tindak "korupsi" karena uang yang ditahan selama waktu beberapa lama pasti akan menghasilkan bunga yang tidak sedikit, yang tentu bisa dinikmati oleh sang Kepala Daerah, Pejabat Daerah, maupun Pejabat Bank.
Sebagai contoh, uang yang ditahan dan diinvestasikan untuk Trading Harian di Bursa Mata Uang (fiat ataupun kripto), umumnya bisa menghasilkan profit sebesar 1% per hari. Jadi andaikan dana Bansos sebesar Rp.5 Miliar ditahan selama 1 hari saja, tentu sudah bisa menghasilkan keuntungan sebesar Rp.50 Juta per hari yang jika dikalikan 30 hari tentu bisa mencapai profit sebesar Rp 1,5 Miliar/bulan.
Ini tanpa harus mengkorupsi nilai dana pokoknya yang diiivestasikan di Bursa Mata Uang.
Namun, ketika terjadi kerugian di Bursa Mata Uang, tentunya dana itu akan hilang dan akibatnya tidak akan pernah sampai ke tangan rakyat. Dan bila terjadi kasus kerugian semacam ini, maka biasanya dari sinilah kasus korupsi mulai terungkap.
Sedangkan jika kegiatan Trading Harian di Bursa Mata Uang mengalami keuntungan yang manis & ranum, maka aksi "korupsi waktu" (penundaan bansos) tentu akan berjalan terus dan terus tanpa terbongkar, karena secara nominal juga tidak ada dana yg terpotong, yang ada hanyalah warga miskin yg kejang & mengerang karena lamanya pencairan bansos.
Sistem penyaluran Bansos yang ada batas waktunya juga akan memungkinkan para koruptor sengaja menunda penyaluran Bansos agar hangus, sehingga pelaku korupsi malah mereguk keuntungan lebih besar lagi, namun tentu dengan resiko terbongkar lebih besar ketimbang hanya makan bunganya saja melalui penundaan. (*)
Sumber : Beritakomplit.com
Editor : Hendra Putra
0
0
1
0
0
0