9 Agt 2026 - 67 View
Dharmasraya, RedaksiDaerah.com — Partai Rakyat Indonesia (PRI) Provinsi Sumatera Barat menandai satu tahun kiprahnya dengan kegiatan yang tidak berhenti pada seremoni politik. Peringatan HUT pertama PRI digelar di Hotel Sakato Jaya, Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sabtu (8/8/2026), dan secara resmi dibuka Ketua DPD PRI Sumatera Barat Marlon Martua Dt. Rangkayo Mulie.
Peringatan satu tahun tersebut diawali dengan kegiatan donor darah yang melibatkan kader PRI bersama masyarakat setempat. Kegiatan sosial itu dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya, sekaligus menjadi penegasan bahwa momentum ulang tahun partai hendak diarahkan pada kegiatan yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Agenda tersebut turut dihadiri Sekretaris DPD PRI Sumatera Barat Edi Anwar, Bendahara DPD Drs. Sumadi Wahid, Ketua Dewan Penasehat Dr. Ir. H. Elfi, M.M., Dt. Tumangguang Sati, jajaran pengurus DPD, serta para pengurus DPC kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Sejumlah tokoh masyarakat setempat juga hadir dalam kegiatan yang sekaligus menjadi ruang konsolidasi internal organisasi tersebut.
Marlon Martua Dt. Rangkayo Mulie menegaskan, usia satu tahun bukan alasan bagi PRI untuk sekadar membangun citra politik. Menurutnya, partai yang baru tumbuh justru harus menunjukkan keberadaannya melalui kerja nyata, terutama dalam merespons persoalan masyarakat yang selama ini muncul dari tingkat paling bawah.
“PRI bertujuan melayani masyarakat Indonesia dalam berbagai persoalan. Setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat harus dicarikan solusi dan titik akhirnya,” tegas Marlon dalam kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, PRI akan memperkuat komunikasi antara struktur partai di tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga tingkat jorong. Konsolidasi tersebut dinilai penting agar aspirasi masyarakat tidak berhenti di tingkat bawah, tetapi dapat diserap, dikawal, dan diperjuangkan melalui struktur organisasi.
Menurut Marlon, pendekatan berbasis akar rumput menjadi salah satu fokus PRI Sumatera Barat. Partai tersebut ingin kadernya tidak hanya hadir ketika momentum politik tiba, tetapi mampu membangun komunikasi secara berkelanjutan dengan masyarakat dan memahami persoalan yang mereka hadapi secara langsung.
“Persoalan yang banyak muncul justru datang dari bawah atau akar rumput. Karena itu kita akan menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh kader sampai ke jorong-jorong, sehingga masyarakat mengetahui visi dan misi PRI. Kita hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi,” ujarnya.
Di luar agenda politik, PRI juga menyatakan akan memperluas kegiatan sosial. Program yang disebut antara lain santunan anak yatim, bantuan bagi masyarakat kurang mampu, donor darah, serta penyediaan ambulans yang dapat dimanfaatkan masyarakat di berbagai daerah. Dalam momentum HUT pertama tersebut, agenda sosial menjadi salah satu pesan utama yang hendak ditonjolkan partai.
Marlon juga menyampaikan rencana konsolidasi nasional PRI melalui Rapimnas yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Ia menyebut, berdasarkan arahan pimpinan pusat dalam pertemuan Zoom Meeting nasional, struktur PRI di daerah akan mendapat dukungan sarana ambulans untuk memperkuat pelayanan sosial kepada masyarakat.
“Insyaallah setiap DPD provinsi akan diberikan dua ambulans dan setiap DPC kabupaten/kota satu ambulans untuk kebutuhan masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Marlon, seraya menyebut program tersebut merupakan bagian dari agenda DPP PRI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Muhammad Nazaruddin dan Sekjen Mayjen TNI (Purn.) Prof. Dr. Budi Pramono, serta Dewan Pembina Jenderal (Purn.) Wiranto.
Sementara itu, Ketua DPC PRI Kabupaten Tanah Datar Efendi Intan Gagah yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan kesiapan struktur PRI Tanah Datar untuk memperkuat organisasi di daerah. Ia menyatakan akan membuka ruang seluas-luasnya bagi tokoh masyarakat dan masyarakat Tanah Datar yang ingin bergabung serta bersama-sama membangun partai tersebut. “Insyaallah kami siap membesarkan dan memajukan PRI, khususnya di Kabupaten Tanah Datar,” katanya.
Peringatan HUT pertama PRI di Dharmasraya dengan demikian tidak hanya menjadi penanda bertambahnya usia organisasi, tetapi juga menjadi panggung untuk menguji seberapa jauh janji “hadir untuk rakyat” dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata. Donor darah yang mengawali kegiatan menjadi simbol awal; tantangan berikutnya adalah memastikan konsolidasi hingga akar rumput, agenda sosial, dan pelayanan masyarakat benar-benar berjalan, bukan berhenti sebagai slogan ketika sorotan kamera padam.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: RD TE Sumbar
Sumber: Liputan/ Rilis
1
0
0
0
0
0