Severity: Warning
Message: unlink(/home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/cache/pages_lang1): No such file or directory
Filename: drivers/Cache_file.php
Line Number: 279
Backtrace:
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/helpers/custom_helper.php
Line: 131
Function: get
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/core/Core_Controller.php
Line: 121
Function: get_cached_data
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/controllers/Home_controller.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once
13 Jan 2021 - 110 View
Belawan, REDAKSIDAERAH.COM - Ketua Paguyupan Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) angkat bicara dan membantah atas tudingan pemberitaan wartawan mau dikampak terkait bangunan yang berada didepan Gudang Kelong Jalan Gabion Belawan, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Rabu (13/01/2021)
Awak media dalam hal ini sebagai salah satu pilar negara harusnya jeli melihat akar permasalahan dan jangan sampai salah alamat, apalagi melibatkan nama wadah PSMTI yang tidak ada kaitannya dengan persoalan sebenarnya.
Ketua PSMTI Kecamatan.Medan Belawan, Yap Sing Kek yang akrab dipanggil Aho ketika di konfirmasi kru awak media REDAKSIDAERAH.COM mengatakan, "tidak pernah terlintas dipikiran serta dihati saya untuk berbuat kejahatan dan tidak ada kaitannya PSMTI dengan profesi" ungkapnya.
"Mereka 2 orang mendatangi saya ketangkahan dan turun ke kapal yang lagi sedang diperbaiki dengan mengatakan "Ketua, sini dulu" dan saya jawab "oke siap"", Ucapnya.
"Bangunan bukan milik saya dan posisi lagi sibuk mengurusi pekerjaan dikapal, harusnya dilihat posisi berdirinya bangunan dan bertanya kepihak terkait seperti : PPSB, Perum Perikanan Belawan, Camat Kecamatan Medan Belawan", Lanjutnya.
Saat lagi membelah kayu dikapal dengan menggunakan kampak dan pekerjaan tidak bisa ditinggalkan, berupaya menghampiri mereka untuk pemberitahuan agar tidak merasa kecewa sambil memegang kampak.
"Kalian pergi dulu, nanti setelah selesai pekerjaan saya baru kalian datang dan bukannya mau kampak atau bacok wartawan sesuai pemberitaan dimedia", Tutupnya.
Reporter : LP SITINJAK
"
0
0
0
0
0
0