1 Nov 2020 - 91 View
Medan-Sumut
Irham Buana dinilai seringkali mengeluarkan statemen, mendahului petinggi DPP Partai Golkar, sejumlah Kader DPD I Partai Golkar Sumatera Utara gerah, dan menyarankan Irham Buana segera di PAW-kan (Pergantian Antar Waktu) di DPRD Sumatera Utara.
Budi mengatakan, “Irham Buana kerap mengeluarkan pernyataan yang tak bisa dia pertanggung jawabkan dan cenderung mendahului petunjuk partai. Kecepatannya membangun opini liar tidak ketulungan, dua kali melebihi kecepatan bayangan,” ungkap Apri Budi SH, Wakil Ketua Bidang Pengendalian Opini dan Media DPD I Partai Golkar Sumut kepada wartawan, Minggu 1 November 2020, di Medan.
Menurut Apri Budi lagi, hingga saat ini belum ada perintah atau arahan secara tertulis dari Ketua Umum Partai Golkar,Airlangga Hartarto untuk pelaksanaan Musda DPD I Partai Golkar Sumut.
“Harusnya saat ini para Kader konsentrasi menghadapi Pilkada serentak, menggerakkan mesin Partai memenangkan Paslon Boby Afif Nasution di Pilkada Medan dan Paslon Pilkada usungan Partai Golkar di Sumut,” tegasnya.
Kader Partai muda ini menyarankan, agar para kader Partai Golkar, harusnya konsentrasi menggerakkan mesin Partai dalam mengusung Paslon dukungan, ketimbang menabur isu-isu Musda yang terkesan hanya untuk kepentingan pribadi.
Yang dilakukan Irham Buana tak ubahnya Opini Murahan dan pepesan kosong belaka,
Pasca terbitnya Instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar bertanggal 1 Juli 2020, segelintir orang di Internal Partai itu tampak uring-uringan.
Berjibaku melakukan konsoolidasi liar, membangun opini murahan yang terkesan hanya untuk mengelus satu tokoh ambisius,menggulung dukungan menjadi pimpinan Partai tertua Indonesia di Sumut ini.
“Perlu diingat,..!!! sistem dan landasan Demokrasi di Partai Golkar telah terbangun dan tertata rapi sehingga sangat kebal, tak bakal gampang diciderai, apalagi hanya untuk kepentingan sesaat,” tegasnya lagi.
Menurutnya, pasca kaburnya pelaksanaan Instruksi DPP nomor SI-2/GOLKAR/VII/2020 yang diteken Ketua Umum Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal Lodewijk F Paulus, bukan berarti kesoolidan 27 DPD II Partai Golkar di Sumut saat ini di bawah kendali Pelaksana tugas (Plt) Dr H Ahmad Doli Kurnia Tandjung SSi MT, gampang terobok-obok oleh ambisius segelintir orang dalam mengeluk-eluk Calon Pimpinan Partai Golkar di Sumatera Utara.
Budi kembali kenambahkan, hal ini penting dia sampaikan agar kesoolidasi DPD II Partai Golkar tidak terbawa rendong/arus dengan trik orang tetentu sehingga dapat merugikan Kader Partai Gilkar di Daerah,pungkas Apri Budi.
Lia Hambali
0
0
0
0
0
0