Redaksi Sumbar

Bupati dan rombongan berdiri di tepi patahan jalan yang menganga, di bawahnya aliran sungai deras membawa sisa-sisa kayu dan lumpur.

Bupati Eka Putra Terobos Daerah Terisolasi: Aia Mancua Menangis di Hari Kelima Bencana

1 Des 2025 - 88 View

Bupati dan rombongan berdiri di tepi patahan jalan yang menganga, di bawahnya aliran sungai deras membawa sisa-sisa kayu dan lumpur.

Tanah Datar, RedaksiDaerah.com — Lima hari sudah masa tanggap darurat banjir bandang diberlakukan di Kabupaten Tanah Datar. Namun duka dan kepanikan warga belum mereda. Untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat benar-benar terpenuhi, Bupati Eka Putra, SE, MM kembali turun langsung ke titik terparah, termasuk posko pengungsian di Jorong Aia Mancua, Nagari Singgalang, Senin (1/12/2025). Kehadirannya bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi inspeksi lapangan yang mengungkap betapa berat situasi yang masih harus ditanggung warga.

 

Didampingi Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Agus Priyo Pujo Sumedi, Asisten Ekobang Ten Feri, sejumlah pimpinan OPD, Direktur PDAM, Camat X Koto, serta Wali Nagari Singgalang, rombongan membawa bantuan berupa sembako, perlengkapan bayi, hingga genset yang sangat dibutuhkan di lokasi gelap tanpa listrik. Wajah-wajah lelah para pengungsi seakan sedikit lebih tenang ketika rombongan tiba.

 

“Kami datang untuk melihat langsung kondisi masyarakat. Kebutuhan makanan, penerangan, serta keperluan bayi harus aman, tidak boleh ada hambatan,” ujar Bupati Eka Putra dengan nada tegas di tengah tumpukan barang bantuan. Kondisi posko yang penuh sesak menjadi bukti nyata bahwa kebutuhan pengungsi harus direspons cepat, bukan ditunda.

 

Menurut laporan Wali Nagari, warga di Aia Mancua yang terisolasi akibat akses jalan terputus benar-benar dalam kondisi sulit. Tidak ada kendaraan yang bisa masuk, membuat bantuan tersendat. “Karena itu hari ini kami serahkan genset, puluhan paket sembako, dan perlengkapan bayi. Ini kebutuhan paling mendesak,” sambung Bupati.

 

Tak berhenti di posko, Bupati dan rombongan melanjutkan peninjauan ke kawasan Lembah Anai, tepat di Mega Mendung, lokasi di mana jalan nasional terputus total dihantam banjir bandang. Pemandangannya memilukan: tebing tergerus, badan jalan hilang, dan aliran sungai berubah menjadi arus deras yang mengancam. “Akses menuju Aia Mancua tidak bisa ditembus. Karena itu seluruh bantuan kami distribusikan melalui Wali Nagari dan perwakilan masyarakat,” kata Eka Putra.

 

Kepada warga, Bupati berpesan agar tetap menjaga solidaritas dan tidak ragu melaporkan setiap kendala yang muncul. Dalam situasi genting seperti ini, ia menegaskan tidak boleh ada warga yang merasa sendirian. Pemerintah daerah, katanya, akan terus berada di garis depan hingga keadaan pulih.

 

Wali Nagari Singgalang, Seri Mesra, S.Hum., Dt. Pangulu Basa Nan Kuruih menambahkan, sedikitnya 60 KK yang tinggal di sepanjang aliran Batang Anai kini terdampak langsung bencana. Banyak rumah rusak, sebagian hilang disapu banjir, dan sebagian warga masih trauma berat menyaksikan amukan air yang datang tiba-tiba.

 

Di tengah suasana duka itu, seorang warga Aia Mancua terlihat menahan tangis saat menyambut kedatangan Bupati. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan terima kasih karena daerahnya yang terisolasi tidak luput dari perhatian. “Terima kasih Pak atas perhatian dan respon cepat Bapak. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga Bapak sehat selalu,” ujarnya, dengan mata berkaca-kaca, menggambarkan betapa berat hari-hari yang mereka lewati sejak bencana melanda.

 

 

----

Reporter: Fernando Stroom 

Editor: RD TE Sumbar 

Sumber: Liputan 

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

1

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

1

Sedih